Kapal Yang Ditumpangi Tenggelam, 17 Migran Menuju Eropa Meninggal

Para migran yang diselamatkan garda pantai Tunisia/Net
Para migran yang diselamatkan garda pantai Tunisia/Net

Sedikitnya 17 migran dari Sub-Sahara Afrika meninggal dunia karena kapal yang mereka tumpangi tenggelam di lepas pantai Tunisia, saat hendak menuju Eropa.


Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) mengatakan, kapal tersebut berangkat dari pelabuhan Zwara di Libya pada Selasa (11/5), yang merupakan pintu gerbang utama bagi para migran.

"Dua perempuan dari Niger berhasil diselamatkan oleh pihak berwenang di pelabuhan Sfax Tunisia, dan keduanya kemudian dibawa ke rumah sakit," kata IOM dikutip AFP, Jumat (14/5).

Berdasarkan data yang dihimpun IOM, lebih dari 500 orang telah meninggal ketika berusaha menyeberangi Laut Mediterania dari pantai Afrika Utara menuju Italia dan Malta sejak awal 2021.

Hingga pertengahan 2021, sekitar 13 ribu migran telah mendarat di pantai Italia. Jumlah tersebut meningkat cukup besar sekitar 4.200 dan 1.100, dari masing-masing periode yang sama untuk 2020 dan 2019.

Sementara itu, Perdana Menteri Tunisia, Hichem Mechichi mengatakan, negaranya menentang pendirian pusat-pusat penampungan para migran di wilayahnya yang berupaya untuk menyeberang ke Eropa.

"Yang bergulat dengan krisis sosial dan politik, sama sekali tidak siap untuk menerima warga negara lain," kata Mechichi dalam kunjungannya ke Portugal pada Selasa (11/5).