Kapolda Jabar Dan Pangdam III/Siliwangi Dukung Deklarasi Anti Anarkisme Di Jawa Barat

Kapolda Jabar Irjen Pol. Rudy Sufahriadi dan Pangdam III/Siliwangi, Mayjen TNI Nugroho Budi/RMOLJabar
Kapolda Jabar Irjen Pol. Rudy Sufahriadi dan Pangdam III/Siliwangi, Mayjen TNI Nugroho Budi/RMOLJabar

Aksi unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja yang dilakukan buruh dan mahasiswa pekan lalu sedikitnya berdampak pada kerusakan fasilitas umum di Kota Bandung. Sejumlah Ormas pun akhirnya mendeklarasikan diri menolak anarkisme dan Jabar Cinta Damai.


Deklarasi yang dilakukan di Bale Kambang, Jalan Bungur Nomor 2, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung tersebut dihadiri Kapolda Jabar Irjen Pol. Rudy Sufahriadi dan Pangdam III/Siliwangi, Mayjen TNI Nugroho Budi.

Kapolda menuturkan, para Ormas turut prihatin melihat kondisi saat ini, sehingga pihaknya memfasilitasi untuk menyelenggarakan deklarasi  menolak anarkisme di Jabar. Ia mendukung semua pihak dengan melakukan pembinaan kepada para Ormas di Jabar.

"Tentunya dengan membina adik-adik, agar ketika menyampaikan pendapat tidak melakukan tindakan anarkis," tutur Rudy Sufahriadi, Jumat (16/10).

Sementara itu, Mayjen TNI Nugroho Budi menilai, tindakan anarkisme dapat merugikan bagi semua pihak. Ia menilai deklarasi tersebut merupakan tindakan yang baik, akan tetapi harus diiringi dengan kedamaian dan kebaikan. 

"Kalau menyampaikan pendapat di muka umum ada aturan dan ketentuan tidak boleh anarkis. Mudah-mudahan kita semua sehat dan Jabar damai, tentram, maju," tambahnya.

Deklarasi tersebut didasari aksi demonstrasi  menolak UU Ciptaker yang berujung dengan kericuhan di sejumlah titik di Jabar. Bahkan, kepolisian mengamankan 429 massa aksi yang bersikap anarkis.