Kapolri Minta Anggotanya Dampingi Warga Korban Banjir Tanggul Citarum

Kunjungan Kapolri ke lokasi tanggul citararum yang jebol/RMOLJabar
Kunjungan Kapolri ke lokasi tanggul citararum yang jebol/RMOLJabar

Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Listyo Sigit Prabowo turut meninjau kondisi jebolnya tanggul Citarum di Desa Sumberurip, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi. Menurut dia, banjir sudah mulai surut dibanding sebelumnya.


“Kalau dilihat dari perkembangan hari Minggu lalu, air sudah mulai surut. Dari 13.000 pengungsi banyak yang sudah kembali tapi ada masyarakat yang masih menunggu di pengungsian,” kata dia. Selasa (23/2).

Listyo memastikan, kepolisian akan terus mendampingi warga Pebayuran yang dilanda musibah hingga nanti kondisi pulih sepenuhnya. “Kami akan terus mendampingi masyarakat dalam rangka segera mengembalikan situasi yang ada,” ucap dia.

Terpisah, Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja menjelaskan, secara umum banjir di Kabupaten Bekasi sudah mulai surut seiring cuaca mulai cerah beberapa hari terakhir. Dari semula 134 titik banjir di Kabupaten Bekasi, kini menyisakan 45 titik banjir.

“Hari ini titik banjir menyisakan 45 titik di 24 desa di 9 Kecamatan, terpantau mulai menyurut,” ujar Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja.

Eka menjelaskan, saat ini warga sudah mulai kembali ke rumah membersihkan sisa-sisa banjir. Petugas juga turut membantu dalam proses penanganan pasca banjir. ”Warga yang terdampak banjir hingga hari ini ada 8.283 keluarga dari 27.928 keluarga terdampak banjir di wilayahnya,” katanya.

Adapun banjir masih terjadi di 9 kecamatan dengan ketinggian air bervariasi. Kecamatan Cabangbungin 100 cm, Cikarang Timur 80 cm, Karang Bahagia 30-90 cm, Kedungwaringin 150 cm, Muaragembong 40-100 cm. Kemudian Pebayuran 30-150 cm, Sukakarya 75-100 cm, Sukawangi 40-60 cm dan Tambun Utara 80-150 cm.

Eka menambahkan pasca banjir ini, pihaknya telah melakukan rapat bersama dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), membahasa penanganan banjir tersebut dan mencari solusi.

“Pemkab Bekasi, akan melakukan pemetaan penanganan dampak banjir tersebut. Mulai dari perbaikan tanggul, jalan, maupun sarana prasarana lainnya yang rusak akibat banjir. Kami juga berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, maupun pemerintah pusat dalam penanganan sejumlah tanggul jebol akibat banjir, terutama tanggul jebol sungai Citarum di Desa Sumberurip Pebayuran," tandasnya.