Kata Herry Karnadi, Penyelesaian Proyek GOR Bogor Utara Bakal Mundur Seminggu

Herry Karnadi seusai mendampingi Sekda Kota Bogor mengunjungi GOR Bogor Utara/RMOLJabar
Herry Karnadi seusai mendampingi Sekda Kota Bogor mengunjungi GOR Bogor Utara/RMOLJabar

Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) di 2022 ini membangun dua stadion mini atau Gelanggang Olahraga (GOR) di dua kecamatan, yakni Bogor Utara yang bertempat di Kelurahan Cimahpar dan Bogor Selatan di wilayah Kertamaya.


Namun dari dua proyek yang menelan puluhan miliar itu dipastikan GOR Bogor Utara tidak akan selesai tepat waktu sesuai kontrak kerja yang jatuh pada 1 Desember 2022.

"Tadi sudah saya sampaikan ke Bu Sekda kondisi ril-nya seperti ini. Dan waktu (kontrak kerja) tinggal 4-5 hari lagi kalau tidak salah, kemudian saya tanya ke pengawas ke pelaksana kayaknya harus ada tambahan waktu mungkin sekitar satu minggu," kata Kadispora Kota Bogor, Herry Karnadi seusai mendampingi Sekda Kota Bogor mengunjungi GOR Bogor Utara, Selasa (29/11).

Herry menjelaskan, kontrak kerja untuk pembangunan GOR Bogor Utara ini habis di tanggal 1 atau 2 Desember 2022. Namun setelah dikonfirmasi ke pengawas dan pelaksana ternyata membutuhkan waktu tambahan sekitar satu minggu ke depan, sebab progresnya baru mencapai 93 persen sehingga masih ada 7 persen yang harus dikerjakan.

"Saat ini baru 93 persen, artinya yang masih dikerjakan ada 7 persen lagi, itu di bagian gedungnya seperti tribun penonton, kemudian tempat kuliner, bulutangkis dan sebagian yang ada diluar lapangan bola, jadi harus ada penambahan waktu," terangnya.

Perihal penambahan waktu, pihak pengawas dan pelaksana sudah mengajukan surat kepada dirinya, yang kemudian akan dibahas bersama Inspektorat, pengawas dan juga dengan Kejaksaan, apakah hal itu memungkinkan dilihat dari perjalanan pekerjaan tersebut.

"Karena memang ada hal yang kita ubah kemarin, misalkan dengan bajet juga (anggaran), misalkan dengan kondisi di lapangan sehingga ada beberapa keinginan yang merubah perencanaan awal, karena hal-hal seperti itu dimungkinkan untuk penambahan waktu," kata Herry.

"Tadi Bu Sekda juga menyampaikan itu, dikaji saja dengan inspektorat, dengan kejaksaan dibahas, kalau memungkinkan tidak menyalahi aturan dan aturannya ada, ya pasti memungkinkan itu," sambung Herry.

Dia pun menyampaikan, penambahan waktu (adendum) itu tidak terkena sanksi denda, tetapi kalau adendumnya habis dan belum juga pekerjaannya selesai maka akan ada denda.

"Jika melihat progresnya sekarang seperti ini, kemudian ditambah sekitar satu minggu lagi, saya rasa ini bisa selesai," pungkasnya.