KBMU UNISBA Minta Kepolisian Minta Maaf Di Media Nasional

KBMU UNISBA/RMOLJabar
KBMU UNISBA/RMOLJabar

Buntut insiden pemukulan petugas keamanan Universitas Islam Bandung (Unisba) dan penembakan gas air mata ke pos pengamanan kampus oleh oknum polisi, civitas akademik kampus termasuk para mahasiswa menyampaikan kritik dan kecaman.


Demisioner Presiden Mahasiswa Unisba, mewakili Keluarga Besar Mahasiswa Unisba (KBMU), Norman Lutfi mengaku telah berkomunikasi dan berkoordinasi  dengan pimpinan kampus soal penyikapan insiden tersebut. 

Ia dan pimpinan kampusnya sepakat akan bersikap tegas namun hati-hati dalam memberi tanggapan. 

" Harus sesuai dengan UU nomor 12 tahun 2012 tentang pendidikan di Indonesia," kata Norman. 

Ia menjelaskan, pihaknya tidak akan bertindak gegabah, seperti melaporkan hal-hal yang diluar kemampuan. Namun demikian ia berharap Unisba bisa memberi sikap yang tepat supaya jadi contoh ketika kampus lain dirusak oleh oknum-oknum polisi. 

Bagi Norman, insiden tersebut tak boleh dianggap sepele. Ia ingin pihak kepolisian bersikap profesional dan mengakui kesalahan yang telah dilakukan oleh anggotanya. 

"Pihak kepolisian terkhusus Polrestabes Bandung harus meminta maaf secara langsung di media nasional," tegas Norman. 

Menurutnya, sikap tegas pihak UNISBA diperlukan karena insiden menyangkut harkat dan martabat seluruh civitas akademika. 

Soal kuliah di kampus, Norman mengatakan bila saat ini pihak Rektorat UNISBA sedang menerapkan pola belajar dari rumah dan membatasi kegiatan-kegiatan tatap muka di kampus. 

"Jika tidak ada hal yang urgent tidak disarankan ke kampus," tandasnya.