Kebocoran Pipa Gas Nord Stream Akan Dibahas Dewan Keamanan PBB

Ilustrasi/Net
Ilustrasi/Net

Dewan Keamanan (DK) PBB segera menggelar pertemuan untuk membahas kemungkinan sabotase terkait kebocoran pipa Nord Stream di Laut Baltik. Dugaan sabotase muncul dari Denmark dan Swedia.


Menteri Luar Negeri Swedia, Ann Linde menyatakan, apabila negaranya dan Denmark diminta untuk menghadiri pertemuan itu untuk memberikan informasi lebih lanjut tentang kebocoran yang terjadi di dekat zona ekonomi ekslusif (ZEE) kedua negara.

"Seperti yang telah diberitahukan oleh Presiden DK PBB Prancis kepada kami hari ini bahwa pihak Rusia telah meminta pertemuan kepada DK PBB untuk membahas soal kebocoran Nord Stream dan akan digelar hari ini," ujarnya pada konferensi pers, seperti dimuat AFP pada Kamis (29/9).

Melalui Telegram-nya, Perwakilan Rusia untuk PBB, Dimitry Polyanskiy, mengumkan bahwa pertemuan itu bakal digelar pada Kamis pukul 3 sore waktu setempat di markas besar PBB, New York, Amerika Serikat.

Dilansir Kantor Berita Politik RMOL, kebocoran Jalur pipa Nord Stream 1 dan 2 cukup menarik banyak perhatian karena telah menjadi sumber ketegangan politik, saat Rusia mengancam akan mengurangi hingga menghentikan pasokan gasnya ke Eropa sebagai balasan dari sanksi ekonomi.

Denmark dan Swedia sebagai negara yang perairannya dekat dengan sumber kebocoran Nord Steram, melakukan penyelidikan lebih lanjut dan menemukan bahwa kebocoran tidak disebabkan oleh hantaman jangkar, melainkan oleh ledakan yang disengaja.

Indikasi sabotase kemudian banyak diperbincangkan dan aksi saling tuding juga tidak bisa dihindari. Sehari setelah pengumuman kebocoran, Rusia dan AS membantah terlibat dengan dugaan tersebut.