Kejari Bandung Buka Kemungkinan Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Kadin Jabar

Konfrensi Pers Penetapan Tersangka Kasus Korupsi Danah Hibah Kadin Jabar/Ist
Konfrensi Pers Penetapan Tersangka Kasus Korupsi Danah Hibah Kadin Jabar/Ist

Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandung membuka kemungkinan adanya tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi dana hibah Rp 1,7 miliar dari Pemprov Jabar ke Kadin Jabar.


Kasi Intel Kejari Bandung Reza Prasetyo mengatakan, bahwa penyidik Kejari Bandung membuka kemungkinan adanya tersangka baru dari kasus korupsi dana hibah tersebut dengan mengikuti proses penyidikan.

"Terkait dengan penyidikan pasti berkembang nambah atau tidak nanti mengikuti proses penyidikan," kata Reza, di Kantor Kejari Bandung, Kamis (22/7)

Di tempat yang sama, Kasi Pidana Khusus Kejari Bandung Taufik Effendi menambahkan, penambahan tersangka baru kemungkinan bisa terjadi. Pihaknya masih mendalami dan mencari bukti baru. 

"Ketika penyidik menemukan bukti keterlibatan pihak lain membantu atau turut serta, kami tegas menetapkan bahwa penyidikan berkembang kembali sepanjang ada bukti, minimal dua alat bukti," kata dia. 

Untuk diketahui, penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandung tengah mengusut dugaan korupsi dana hibah senilai Rp 1,7 miliar dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat ke Kadin Jabar. Kejari Bandung juga memanggil beberapa saksi dari internal pengurus Kadin Jabar.

Kejari pun sudah menetapkan tersangka atas kasus itu. eks Ketua Kadin Jabar Tatan Pria Sudjana ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara tersebut. Penetapan tersangka ini berdasarkan surat penetapan tersangka dengan nomor 3263/M.210/Fd./07/2021. Surat dikeluarkan pada 15 Juli 2021.