Kembali Lockdown, Jam Malam Di Madrid Diperketat

Ilustrasi Spanyol/Net
Ilustrasi Spanyol/Net

Jam Malam untuk bar dan restoran kembali diperketat di Madrid, Spanyol. Semula jam malam diberlakukan mulai pukul 1, terbaru diubah menjadi pukul 11 malam.


Kebijakan itu berlaku pasca Madrid kembali menerapkan kuncian (lockdown). Aturan baru tersebut diumumkan pada Rabu (30/9) sebagai langkah untuk menghentikan kebangkitan infeksi virus corona di sana.

Imbasnya, warga ibukota dilarang bepergian, kecuali untuk perjalanan penting.

"Kesehatan Madrid adalah kesehatan Spanyol. Madrid istimewa," kata Menteri Kesehatan Salvador Illa saat mengumumkan peraturan baru yang akan mulai berlaku dalam beberapa hari mendatang tersebut, seperti dimuat Reuters.

Madrid yang memiliki 3 juta penduduk di sembilan kota dan sekitarnya akan menutup perbatasan bagi orang luar untuk kunjungan tidak penting.

Warga baru diizinkan untuk melintasi batas jika bekerja, sekolah, kunjungan dokter, atau berbelanja.

Kemudian, taman dan taman bermain juga akan ditutup. Sementara pertemuan sosial akan dibatasi hingga enam orang.

Madrid dilaporkan memiliki 735 kasus per 100 ribu orang, salah satu yang tertinggi dari semua wilayah di Eropa dan dua kali lipat tingkat nasional.

Namun di tengah pemberlakuan lockdown tersebut, otoritas lokal menyebut keputusan tersebut tidak memiliki dasar dukum.

Pasalnya, majelis regional konservatif telah memberlakukan lockdown lokal di 45 distrik, sebagian besar distrik miskin, seringkali dengan populasi imigran yang tinggi.

Tetapi pembatasan yang lebih luas yang diumumkan oleh Illa membuat pemerintah pusat yang dipimpin Sosialis mengesampingkan otoritas daerah.

"Keputusan itu tidak sah secara hukum," ujar kepala kesehatan regional, Enrique Ruiz Escudero seperti dilansir Kantor Berita Politik RMOL.

"Pemerintah Spanyol sedang terburu-buru untuk campur tangan di Madrid tetapi tidak untuk mengalahkan virus," sambungnya.

Dalam dua pekan terakhir, Spanyol sudah melaporkan lebih dari 133 ribu kasus Covid-19, di mana sepertiganya berada di Madrid.

Totalnya saat ini Spanyol memiliki lebih dari 769 ribu kasus atau tertinggi di Eropa Barat, dengan lebih dari 31 ribu kematian.