Kemenag Garut Mengaku Tak Terlibat Kasus Dugaan Potongan Bantuan BOP Pesantren

Kantor Kemenag Garut/RMOLJabar
Kantor Kemenag Garut/RMOLJabar

Bantuan buat sejumlah Pondok Pesantren dan Madrasah Diniyah diduga disunat oleh oknum yang mengaku koordinator dari partai Politik.


Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah pengurus pesantren dan Madin, dana bantuan yang dipotong nilainya berkisar antara 15 hingga 75 persen.

Menanggapi kabar tersebut, Kasi Pondok Pesantren Kemenag Garut, Enang, angkat tangan dan mengaku tak tahu menahu soal bantuan tersebut.

Menurut pengakuannya, prosedur pengajuan dan pencairan bantuan tersebut tak melalui Kemenag Garut.

"Bantuan yang dimaksud tak melalui kami. Itu pengajuannya langsung oleh pihak pesantren ke Kemenag pusat secara online," kata Enang saat dihubungi.

Hanya saja dari informasi yang didapatkannya, tambah Enang, bantuan tersebut "dimainkan" oleh oknum tertentu tanpa menjelaskan lebih detail siapa oknum tersebut.

"Bahkan saya sempat mendengar informasi, ada bantuan yang turun di salah satu pesantren, tiba-tiba ada orang yang mengaku telah mengusungnya dan meminta jatah. Lucunya lagi, orang yang mengaku telah mengsung itu sampai ada tiga orang," ujarnya.

Enang mengimbau, jika dari pihak pesantren merasa dirugikan dengan ulah oknum-oknum tak bertanggungjawab seperti itu, maka sebaiknya segera laporkan ke pihak terkait.