Kena PHK Sepihak, Puluhan Karyawan Tuntut Hak ke PT Panjunan

Kuasa hukum mantan karyawan PT Panjunan, Qorib Magelung Sakti/RMOLJabar
Kuasa hukum mantan karyawan PT Panjunan, Qorib Magelung Sakti/RMOLJabar

Puluhan karyawan PT Panjunan, mengadukan nasibnya ke Law Office QMS Partner, lantaran diputus kontrak kerjanya secara sepihak oleh PT Panjunan.


Kuasa hukum mantan karyawan PT Panjunan, Qorib Magelung Sakti mengatakan selain di putus kerja secara sepihak, PT Panjunan juga menahan dokumen seperti ijazah dan BPKB.

"Ini alasannya tidak jelas, sudah di PHK secara sepihak, Ijazah dan BPKB ditahan. Ini merupakan pelangaran. Karena mereka butuh dokumen tersebut untuk mencari kerja kembali," ucapnya Rabu (20/9)

Selain itu, kata Qorib, PT Panjunan melakukan PHK sepihak dengan alasan yang tidak jelas. Apakah karena kinerja yang tidak bagus atau karena ada tindakan yang merugikan perusahan.

"Seharusnya kalau ada kesalahan yang di lakukan oleh karyawan diselesaikan secara baik-baik. Jangan PHK tanpa alasan yang tidak jelas," ungkapnya.

Menurut Qorib, gaji terkahir karyawan juga tidak bayarkan oleh pihak perusahan. Ini tidak ada hubungannya dengan permasalah yang sedang terjadi saat ini.

"Gaji harusnya tetap dibayarkan, karena hal ini, kami akan laporkan ke Dinas Tenaga Kerja Kota Cirebon, dan kami juga akan melakukan somasi untuk menyelesaikan hak mantan karyawan dan mengembalikan dokumen seperti ijazah dan BPKB milik mantan karyawan," tuturnya.

Qorib menceritakan kronologis singkat perkara yang terjadi, bahwa karyawan PT Panjunan bergerak di bidang distributor makanan dan non makanan. Bahwa, selama bekerja di perusahaan tersebut dengan jaminan ijazah asli, transkip nilai asli dan BPKB motor. Dan karyawan juga telah melaporkan kejadian tersebut ke Disnaker Kota Cirebon, namun tidak mendapat respon.

"Tanggal 21 April 2023 karyawan telah melakukan negosiasi dengan pihak perusahaan yang bernama Heri sebagai Pimpinan Area Cirebon, hasil negosiasi pihak perusahaan tetap membebankan kerugian perusahan pada karyawan," ujarnya.