Kesiapsiagaan Masyarakat Dibutuhkan Dalam Penanganan Covid-19, IDI Kabupaten Cirebon Tekankan 4M

Ilustrasi/Net
Ilustrasi/Net

Kesiapsiagaan masyarakat dibutuhkan sebagai penyesuaian terhadap beberapa hal baru di masa AKB. Terutama dalam upaya mencegah penularan Covid-19 serta munculnya kasus-kasus yang berkembang tak terkendali di tengah masyarakat.


Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Cirebon, dr Ahmad Fariz Malvi Zamzam Zein mengatakan, masyarakat merupakan garda terdepan penanganan Covid-19 dalam tindakan promotif (untuk menjaga yang sehat tetap sehat) dan preventif (yang sehat tidak tertular).

“Covid-19 memang benar adanya dan tetap pencegahan lebih utama daripada pengobatan. Maka, protokol kesehatan yang meliputi 4M, memakai masker, mencuci tangan dengan hand sanitizer atau sabun dan air mengalir, menjaga jarak kontak lebih 2 meter, dan mencegah dari kerumunan (sebagai kelanjutan dari menjaga jarak kontak di area publik) adalah vaksin utama dan penting saat ini,“ ujarnya, Rabu (14/10).

Fariz menerangkan, berbagai penelitian menyebutkan protokol kesehatan menunjukkan efektivitas yang bermakna dalam pencegahan penularan Covid-19. Lockdown atau pembatasan aktivitas total tentunya sangat sulit untuk kehidupan masyarakat apalagi untuk saat ini.

“Mari kuatkan protokol kesehatan dalam keseharian kita demi segera tuntasnya pandemi Covid-19 ini, demi segera pulihnya kegiatan perekonomian masyarakat, demi segera terselenggaranya kegiatan produktif masyarakat, demi Indonesia sehat, dan demi Indonesia yang lebih baik," ujar Fariz