Ketua KPK Dorong Kadin Buka Investasi Seluas-luasnya Agar Roda Ekonomi Berputar Lebih Cepat

Ketua KPK Firli Bahuri bersama petinggi Kadin menandatangani MoU antara KPK dan Kadin di Gedung Juang Merah Putih KPK/RMOL
Ketua KPK Firli Bahuri bersama petinggi Kadin menandatangani MoU antara KPK dan Kadin di Gedung Juang Merah Putih KPK/RMOL

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mendorong pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia membantu mempercepat perputaran roda ekonomi nasional agar target-target pembangunan pemerintah tercapai.


Hal itu disampaikan oleh Firli dihadapan Ketua Umum (Ketum) Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid; Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Pertahanan dan Keamanan Kadin Indonesia, Bambang Soesatyo alias Bamsoet dan anggota Kadin lainnya saat acara penandatanganan MoU antara KPK dan Kadin di Gedung Juang Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada Kav 4, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis siang (25/11).

"Kenapa saya sangat apresiasi dengan para rekan-rekan pengusaha dan Kadin, pemerintah kita tahun 2022, mentargetkan pertumbuhan ekonomi cukup tinggi, di atas 6. Pengangguran harus ditekan sampai 5,5 atau sampai 6,3 persen, kemiskinan pun harus di bawah 9 persen, indeks pembangunan manusia pun ditargetkan 73,41 persen, dan pendapatan negara di tahun 2022 kurang lebih Rp 1.846,7 triliun," ujar Firli seperti dikutip Kantor Berita Politik RMOL, Kamis siang (25/11).

Pendapatan negara pada 2022 tersebut kata Firli, berasal dari pajak sebesar Rp 1.510 triliun dan pendapatan negara bukan pajak (PNBP) Rp 335,56 triliun. Pajak pun tidak bisa dilepaskan dari andil besar Kadin.

"Artinya, begitu besar postur APBN 2022 dari sektor pajak dan sektor PNBP. Rekan-rekan yang menentukan itu. Karena itu, di samping membangun postur APBN, rekan-rekan Kadin pun berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi," kata Firli.

Firli pun membeberkan tiga faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Yaitu, belanja APBN, konsumsi masyarakat, dan investasi.

Dijelaskan Firli, konsumsi masyarakat sangat erat dengan lapangan pekerjaan, termasuk juga terkait dengan pendapatan.

"Seketika lapangan pekerjaan buka, maka tentulah akan menyerap tenaga kerja. Semakin banyak tenaga kerja yang bisa diserap, maka tentu lah akan berdampak kepada penghasilan dan pendapatan masyarakat dan itu akan berpengaruh dengan naiknya atau meningkatnya daya beli masyarakat ataupun konsumsi masyarakat itu sendiri," jelas Firli.

Terkait investasi kata Firli, Kadin juga memiliki peran andil untuk membuka investasi seluas-luasnya seperti yang pernah disampaikan oleh Presiden Joko Widodo.

"Kenapa? Karena investasi inilah salah satu yang besar pengaruh kepada pertumbuhan ekonomi. Dengan kemudahan investasi, tidak ada suap maka banyak investor masuk. Dengan investasi yang datang, yang mudah, maka akan membuka lapangan pekerjaan," terang Firli.

Dengan lapangan pekerjaan yang banyak sambung Firli, dapat meningkatkan penghasilan dan pendapatan masyarakat yang juga akan meningkatkan daya beli serta kesejahteraan rakyat.

"Saya sungguh berharap, rekan-rekan yang tergabung di dalam Kadin, memberikan manfaat yang sebesar-besarnya untuk Indonesia sejahtera, untuk Indonesia cerdas, untuk Indonesia maju, dan untuk Indonesia yang membanggakan seluruh rakyat Indonesia," pungkas Firli.