Klaster Keluarga Meningkat 30 Persen, Ruang Isolasi Di Kota Bandung Hampir Penuh

Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna/RMOLJabar
Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna/RMOLJabar

Tingkat kewaspadaan paparan Covid-19 di Kota Bandung semakin mendekati zona merah. Saat ini, klaster keluarga menjadi perhatian karena mengalami kenaikan hingga 30 persen.


Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna menyatakan, peningkatan klaster keluarga yang terpapar Covid-19 di Kota Bandung cukup signifikan. Bahkan, ruang isolasi yang tersedia semakin menipis.

"Saat ini klaster keluarga sudah bergerak diatas 30 persen," kata Ema di Bandung, Kamis (19/11).

Ema mengungkapkan, peningkatan klastes keluarga akibat menurunnya tingkat kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan. Menurutnya, banyak warga yang tak menerapkan protokol kesehatan setelah beraktivitas di luar rumah.

"Faktor penyebab itu adalah dari kontak erat, contohnya begini, saya bekerja (dari luar) nah datang ke rumah ini saya ini bisa jadi carier, harusnya jangan dulu kontak dengan keluarga, bersihkan dulu pakain, badan, baru berinteraksi, nah didapatkan data seperti itu. Itu yang menjadi faktor penyebab," jelasnya. 

Ema menambahkan, ruang-ruang perawatan bagi pasien Covid-19 mulai penuh. Sehingga, Pemkot Bandung meminta penambahan tempat perawatan ke Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSKIA).‎

"RSKIA kita minta penambahan di lantai 8 untuk tempat tidur lalu di lantai 11 kita minta untuk jadi ruang penampungan. Karena saya mendengar di RS ruangaan itu sudah diatas 80 persen, ini kan bahaya," tambahnya.

Sementara itu, Direktur RSKIA, Taat Tagore membenarkan adanya permintaan penambahan ruang dan tempat tidur untuk digunakan bagi pasien Covid-19. Menurutnya, total tambahan yang diberikan sebanyak 36 tempat tidur.‎

"Kemarin tambahan pertama ada 10 lalu kita tambah lagi 26, jadi totalnya itu 36 tempat tidur, bukan kamar.  Itu di lantai 6 dan 11," kata Tagore.

Tagore mengatakan, saat ini RSKIA telah menyediakan 52 unit untuk keperluan perawatan pasien Covid-19. Dia berharap tidak ada permintaan tambahan meski masih memungkinkan ruang tambahan.

"Total sekarang itu 52 unit, kalau kapasitas masih memungkinkan ditambah, tapi kita berharap ya janganlah," pungkasnya.‎