KNPI Jabar: Pilkada Perlu Libatkan Pemuda!

Sekretaris KNPI Jabar Asep Komarudin/Net
Sekretaris KNPI Jabar Asep Komarudin/Net

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) perlu menggandeng unsur kepemudaan pada pelaksanaannya. Hal itu Berdasarkan rekomendasi dari Satuan Tugas (Satgas) Covid-19, dimana usia 45 tahun ke bawah yang menjadi petugas.


Sekretaris Komite Nasional Pemuda Indonesia Jawa Barat (KNPI Jabar), Asep Komarudin menjelaskan, pihaknya akan mendorong para pemuda untuk berpartisipasi dalam Pilkada. Hal tersebut perlu dilakukan karena pemuda memiliki peran sebagai penyelenggara, serta pemilik hak suara untuk menggunakan hak suara.

"Setelah di tingkat Jabar, kami akan sounding ke kota/kabupaten untuk mendorong temen-temen pemuda," jelas Asep, Minggu (11/10).

Asep memiliki kekhawatiran terhadap para pemuda yang tidak menggunakan hak pilihnya atau lebih memilih jalur golongan putih (golput). KNPI Jabar hadir untuk meminimalisasi golput serta meningkatkan transaktor pemilih dari kalangan pemuda di Pilkada yang akan diselenggarakan pada 9 Desember 2020 mendatang.

KNPI Jabar tidak memungkiri pelaksanaan Pilkada di tengah pandemi Covid-19, karena proses tersebut merupakan bagian dari demokrasi. Namun, pelaksanaan pilkada juga harus menerapkan protokol kesehatan agar tidak menimbulkan klaster baru.

"Pilkada harus dikawal ketat, tapi secara prinsip kami support," ujarnya.

Menurutnya, ketika penyelenggaraan pilkada tidak diselenggarakan akan terjadi kekosongan di kepala pemerintahan daeah. Walaupun pelaksana tugas (Plt) bisa menggantikan peran kepala daerah, namun secara prinsip pilkada harus dilaksanakan dan sudah diagendakan.