Komisi IV Dukung Upaya Pemerintah Kurangi Angka Pengangguran

Pembentukan satgas tim pengentasan pengangguran oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi mendapat dukungan dari Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi. Tim ini diberi nama Warkop Sekolah yang bertugas untuk menyusun dan melakukan langkah-langkah strategis, kongkrit, terukur, terarah dan tepat sasaran.


Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi, Samuel Maruli Habeahan berharap dengan dibentuknya tim tersebut diharapkan angka pengangguran di Kabupaten Bekasi akan semakin menurun.

“Semoga dengan dibentuknya tim ini maka penyerapan tenaga kerja lokal Kabupaten Bekasi di perusahaan-perusahaan maupun di instansi-instansi pemerintahan bisa semakin meningkat,disamping itu tenaga kerja lokal juga bisa berdaya saing dengan daerah lain,” ujarnya.

Politisi PDIP ini mengatakan, pengangguran di Kabupaten Bekasi saat ini berjumlah 250.000 orang. Hal itu lantaran perusahaan membatasi dalam penerimaan karyawan yang bekerja pada usia 23-25 Tahun. Padahal itu bukan termasuk dari aturan UU Cipta Kerja ataupun UU Ketenagakerjaan.

“Jika pengangguran di Kabupaten Bekasi semakin banyak dampak negatifnya adalah angka kriminal semakin tinggi dan pembangunan juga bisa terhambat,” jelasnya.

Selain itu disampaikannya untuk meningkatkan sumber daya manusia yang unggul, Pemkab Bekasi saat ini tengah mengusulkan dan mendorong kampus negeri atau universitas negeri di Kabupaten Bekasi.

Sementara itu, Penjabat Bupati Bekasi Dani Ramdan menegaskan empat program prioritas yang akan dijalankannya. Salah satu yang menjadi pusat perhatian yakni tingginya pengangguran. Kendati memiliki kawasan industri terbesar se-Asia Tenggara, angka pengangguran di Kabupaten Bekasi terbilang tinggi. Untuk menekan itu, Dani berencana membuat satuan tugas khusus.

"Masalah yang harus terselesaikan yakni SDM, terkait tenaga kerja dan pengangguran. Tadi dalam diskusi muncul gagasan kami akan bentuk satgas pemberantasan pengangguran, nanti mungkin istilahnya akan kami diskusikan lagi,” ucap Dani.

Tidak sekadar dibentuk, satgas ini akan terdiri dari berbagai sektor dan bekerja layaknya penanganan covid-19. Pria yang juga menjabat Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Barat ini mengatakan, satgas akan bekerja fokus pada persoalan pengangguran dan melakukan evaluasi secara berkala.

“Bentuknya seperti satgas Covid-19, rapatnya intens, berbagai sektoral. Kami eksekusi bersama agar dari waktu ke waktu pengangguran bisa kita tuntaskan," tandasnya. [WEBTORIAL]