Kota Bandung Alami Lonjakan Kasus Covid-19, Pemkot Kembali Berlakukan Pembatasan

Wali Kota Bandung, Oded M. Danial/RMOLJabar
Wali Kota Bandung, Oded M. Danial/RMOLJabar

Kasus Covid-19 di Kota Bandung terus mengalami kenaikan. Dampaknya, level kewaspadaan Covid-19 di Kota Bandung terus menurun hingga mendekati zona merah.


"Kasus aktif terjadi sebuah lonjakan yang sangat signifikan, memang masih zona orange, namun terjadi penurunan skor, saat ini skor 1,81. Skor ini sedikit di atas zona merah yang 1,80," kata Wali Kota Bandung, Oded M. Danial  di Balai Kota Bandung, Rabu (16/6).

Maka itu, Oded telah melakukan rapat terbatas besama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) membahas hal tersebut. Hasilnya, ada sejumlah pembatasan yang akan dilakukan selama 14 hari ke depan.

"Tempat hiburan dan tempat wisata ditutup, restoran hanya take away, jam operasional ekonomi seperti mall, restoran, toko modern dan PKL sampai dengan pukul 18.00 WIB, lalu aktivitas di pasar tradisional sampai pukul 10.00 WIB," jelas Oded. 

Selain itu, lanjut Oded, regulasi untuk pekerja kantoran, tempat ibadah, juga ditingkatkan hingga menjadi 50 persen work from office dan 50 persen work from home.‎

"Jadi instansi/perusahaan untuk pelaksanaan untuk pelaksanaan WFH 50 persen, tempat ibadah 50 persen dan pengajian online," lanjutnya.

Lalu, tambah Oded, kegiatan simulasi Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) diberhentikan. Selain itu, mobilitas masyarakat juga akan kembali dibatasi dengan buka tutup jalan di ring satu dan dua. 

"PTM mulai dari ini sudah dihentikan, dan akan dievaluasi kembali pada tanggal 19 Juli, perluasan penutupanjalan, dari ring satu ke ring dua," tandasnya.‎