KPK Geledah Lima Rumah Di Lembang Untuk Dalami Kasus Korupsi Bansos Di KBB

Pelaksana Tugas (Plt) Jurubicara Bidang Penindakan KPK Ali Fikri/RMOL
Pelaksana Tugas (Plt) Jurubicara Bidang Penindakan KPK Ali Fikri/RMOL

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan penggeledahan kasus dugaan korupsi bantuan sosial (bansos) pada Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bandung Barat (KBB) tahun 2020.


Pelaksana Tugas (Plt) Jurubicara Bidang Penindakan KPK, Ali Fikri mengatakan, penyidik kembali melakukan penggeledahan di lima lokasi berbeda di wilayah Lembang, KBB pada Rabu (7/4).

"Yaitu rumah kediaman dari pihak-pihak yang ada hubungan keluarga dengan tersangka AUS dan diduga mengetahui rangkaian perbuatan para tersangka dalam perkara ini," ujar Ali seperti diberitakan Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (8/4).

Dari penggeledahan lima tempat itu, kata Ali, penyidik menemukan dan mengamankan barang bukti berupa dokumen yang berkaitan dengan perkara ini.

"Selanjutnya bukti-bukti ini akan divalidasi dan dianalisa untuk segera di ajukan penyitaannya guna menjadi barang bukti dalam berkas penyidikan perkara dimaksud," pungkas Ali.

Penyidik juga telah menggeledah dua tempat di daerah KBB pada Selasa (6/4). Yaitu, Kantor Dinas Badan Perencanaan dan Penelitian Pengembangan Pembangunan (Bapelitbang) KBB dan Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) KBB.

"Di 2 lokasi tersebut, ditemukan diamankan berbagai bukti diantaranya dokumen dan barang elektronik yang diduga terkait dengan perkara," ujar Ali kepada wartawan, Rabu (7/4).

Dari barang bukti yang diamankan itu kata Ali, penyidik akan melakukan validasi dan analisa untuk segera diajukan penyitaan guna menjadi barang bukti dalam berkas perkara.

Penyidik KPK juga sebelumnya telah melakukan penggeledahan dibeberapa tempat.

Pada Selasa (23/3), penyidik menggeledah Kantor Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang berlokasi di Desa Mekarsari Ngamprah, KBB, Jawa Barat.

Selanjutnya pada Senin (22/3), penyidik menggeledah dua lokasi berbeda di daerah Lembang, KBB.

Kemudian pada Sabtu (20/3), tim penyidik menggeledah di tiga lokasi yang berbeda di daerah Provinsi Jawa Barat. Yaitu di Desa Cicangkanggirang, Kecamatan Sindangkerta, Bandung Barat; Buah Batu Kabupaten Bandung, Jawa Barat; dan Desa Mekarsari, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Lalu pada Minggu (21/3), penyidik menggeledah rumah kediaman dari pihak yang terkait perkara ini di wilayah Cimareme, Ngamprah, KBB, Jawa Barat.

Pada Kamis (18/3), penyidik melakukan penggeledahan di Kantor Dinsos Pemkab Bandung Barat dan Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat.

Selanjutnya pada Rabu (17/3), penyidik menggeledah Kantor Dinas PUPR Kabupaten Bandung Barat, Kantor CV Bintang Pamungkas (BP) di Lembang Kabupaten Bandung Barat, Kantor CV Sentral Sayuran Garden City (SSGC) di Lembang Kabupaten Bandung Barat, dan di rumah kediaman dari pihak yang terkait perkara ini di Lembang Kabupaten Bandung Barat.

Kemudian pada Selasa (16/3), penyidik telah menggeledah Kantor Bupati Bandung Barat, dan dua rumah kediaman dari pihak yang terkait dengan perkara yang beralamat di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Dalam perkara ini, penyidik telah mengumumkan tiga orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Yaitu, Bupati Bandung Barat periode 2018-2023, Aa Umbara Sutisna (AUS), Andri Wibawa (AW) yang merupakan anak dari Aa Umbara, dan M. Totoh Gunawan (MTG) selaku pemilik PT Jagat Dir Gantara (JDG) dan CV Sentral Sayuran Garden City Lembang (SSGCL).

Pengumuman tersangka itu disampaikan langsung oleh Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata pada Kamis (1/4).

KPK pun baru resmi menahan satu orang tersangka. Yaitu, M. Totoh Gunawan untuk 20 hari ke depan terhitung sejak hari ini hingga 20 April di Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur.

Sedangkan dua tersangka yaitu Aa Umbara dan anaknya disebut masih dalam keadaan sakit.