Kurungan Anas Urbaningrum Dipotong 6 Tahun, KPK: Biar Masyarakat Menilai

Anas Urbaningrum/Net
Anas Urbaningrum/Net

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan tidak dapat berbuat banyak setelah upaya hukum Peninjauan Kembali (PK). Pasalnya, PK merupakan upaya hukum luar biasa.


Demikian dikatakan Wakil Ketua KPK, Nawawi Pomolango menanggapi PK Anas Urbaningrum yang dikabulkan Mahkamah Agung (MA), Kamis (1/10).

"PK adalah upaya hukum luar biasa, tak ada lagi upaya hukum lain yang dapat dilakukan KPK," kata Nawawi seperti dilansir Kantor Berita Politik RMOL.

Maka dari itu, KPK menyerahkan sepenuhnya kepada publik untuk memberikan penilaian terkait pemotongan hukuman mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum dari 14 tahun menjadi 8 tahun penjara oleh MA.

Menurutnya, komisi antirasuah telah melaksanakan tugas dan pekerjaan dengan baik terkait perkara Anas Urbaningrum.

Hukuman Anas Urbaningrum dikurangi dalam sidang PK. Majelis Hakim PK mengabulkan langkah hukum yang ditempuh Anas Urbaningrum.

"Yang pasti KPK telah melaksanakan tugas dan pekerjaannya. Biar masyarakat saja yang menilai makna rasa keadilan dan semangat pemberantasan korupsi dalam putusan-putusan peninjauan kembali tersebut," ujarnya.

KPK berharap, MA segera menyerahkan salinan putusan terhadap dari upaya hukum PK Anas Urbaningrum tersebut.

"Hal yang diharapkan dari Mahkamah Agung sekarang ini hanyalah agar salinan-salinan putusan dari perkara tersebut bisa segera diperoleh KPK," demikian Nawawi.