Laba Bersih Setengah Miliar, Bumdesma Dulur Rahayu Sumbang PADes 10 Desa

MAD Laporan Akhir Tahun Bumdesma Dulur Rahayu/RMOLJabar
MAD Laporan Akhir Tahun Bumdesma Dulur Rahayu/RMOLJabar

Keberadaan badan usaha milik desa (Bumdes) diyakini bisa membawa tatanan ekonomi di wilayah pedesaan menjadi lebih baik. Badan usaha tersebut juga menjelma jadi wahana konektivitas peningkatan potensi antar desa. Dengan Bumdes, satu desa dengan desa lain tidak akan saling berkompetisi, melainkan saling melengkapi.


Implementasi perbaikan tatanan ekonomi desa itu salah satunya dilakukan oleh jajaran Badan Usaha Milik Desa Bersama (Bumdesma) Dulur Rahayu di Kecamatan Kiarapedes, Kabupaten Purwakarta. 

Bumdesma yang dipimpin oleh Hasan  sebagai Direktur utama itu mempunyai setidaknya 3 jenis kegiatan usaha. Seperti kegiatan usaha simpan pinjam permodalan bagi ibu-ibu produkti, distributor sembako dan kios tani.

Diketahui, pada Musyawarah Antar Desa (MAD) Laporan Akhir Tahun 2020 yang digelar, hari ini, Selasa 19 Januari 2021. Bumdesma yang beralamat di Jalan Raya Kiarapedes KM 28 Kampung Ciloji, Desa Kiarapedes Kecamatan Kiarapedes itu dapat memperoleh laba bersih sekitar Rp 550 juta. Meski di tengah situasi pandemi, Bumdes itu mampu meningkatkan keuntungan usaha sekitar Rp 150 juta dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp 400 juta.

"Keuntungan tersebut kita alokasikan untuk penambahan modal dana kelembagaan dan 30 persennya dimasukan ke Pendapatan Asli Desa (PADes). Nilai keuntungan yang dibagikan ke desa sebagai PADes sebesar Rp 153 juta langsung ditransfer ke rekening 10 desa di kecamatan kiarapedes," kata Dirut Bumdesma Dulur Rahayu, Hasan Sidik kepada Kantor Berita RMOL Jabar, Selasa (19/1).

Lebih jauh, Mantan Ketum HMI Cabang Purwakarta itu menjelaskan, MAD dilakukan sebagai laporan kegiatan usaha lembaga setiap tahunnya. Adapun, kegiatan usaha yang dilakukan Bumdesma yang dipimpinnya itu meliputi;

Pertama, simpan pinjam modal bagi ibu-ibu di desa yang produktif dengan uang yang digulirkan mencapai Rp 2,4 miliar. Tercatat, jumlah nasabah peminjam sebanyak 1.200 orang dengan 64 kelompok yang tersebar pad 10 desa di Kecamatan Kiarapedes. 

"Minimal pinjaman per orang, mulai dari Rp 3-10 juta per orang, dengan tujuan meningkatkan tarap hidup ekonomi keluarga, memberantas bank emok, dan menyejahterakan masyarakat," kata Kang Hasan.

Kegiatan usaha berikutnya, lanjut Hasan, adalah distributor sembako yang fokus menyediakan kebutuhan masyarakat seperti minyak goreng, kopi, beras, dan minuman. Bertindak sebagai pemasok kebutuhan warung-warung di pedesaan. 

"Kegiatan usaha lainnya adalah kios tani yang menyediakan pupuk, obat hama, benih padi dan sayuran dan sarana produksi pertanian lainnya," ujar Hasan.

Sementara, pada agenda MAD laporan akhir tahun yang dihadiri oleh para Kades, Bamusdes, Wakil masyarakat, Ketua kelompok simpan pinjam, Pendamping desa dan Camat itu, Kabid Pemberdayaan Desa DPMD Kabupaten Purwakarta, Asep Suparman yang hadir mewakili Kepala DPMD mengatakan bahwa Bumdesma Kiarapedes akan dijadikan pilot project tentang pendirian Bumdesma di Kabupaten Purwakarta.

Di sisi lain, Ketua Penasehat Bumdesma yang juga menjabat sebagai Sekjen Apdesi Jabar, Anwar Sadat melihat prospek usaha yang dibagun Bumdesma Dulur Rahayu dianggap bagus dan telah dikelola secara kredible dan akuntable. 

Dia juga mengajak seluruh Kades se Kecamatan Kiarapedes untuk melakukan penyertaan modal tahap satu pada tahun 2021 ini.