Lahan Jagung Diserang Hama, Petani Garut Merugi 2,3 Miliar

Hama ulat jenis Grayak Frugiperda (UGF) menyerang 520 hektare lahan jagung di Kabupaten Garut. Diperkirakan, kerugian akibat serangan hama yang tersebar di sejumlah kecamatan tersebut mencapai Rp 2,3 miliar.


 

"Laporan terakhir sudah di atas 520 hektare mulai menyerang dari umur 7 HST(hari setelah tanam)," kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Beni Yoga, Kamis (09/01).

Menurutnya, lahan tanaman jagung yang terserang hama, yakni di Kecamatan Banyuresmi, Pameungpeuk, Pakenjeng, Cilawu, Tarogong Kaler, Wanaraja, Sucinaraja, Leuwigoong, Limbangan, Selaawi, dan Malangbong.

"Di mana serangan hama tersebut menyerang secara masif dan penyebarannya cepat," katanya.

Beni menuturkan, saat ini Dinas Pertanian Garut telah menerjunkan tim untuk memberantas dan mengantisipasi serangan hama agar tidak terus meluas dan merusak tanaman jagung.

Hasil perhitungan sementara di lapangan, kata dia, nilai asumsi kerugian petani atas serangan hama tersebut mencapai Rp2,3 miliar.

"Estimasi kerugian (Rp 2,3 miliar) berdasarkan kondisi di lapangan," kata Beni.