Langgar Kode Etik Dan Netralitas, 6 ASN Dipanggil Bawaslu Pangandaran

Komisioner Bawaslu Kabupaten Pangandaran, Gaga Abdillah Sihab/RMOLJabar
Komisioner Bawaslu Kabupaten Pangandaran, Gaga Abdillah Sihab/RMOLJabar

Sejak dimulainya tahapan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020, sebanyak 6 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) dipanggil Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pangandaran untuk diminta klarifikasi.


Berdasarkan hasil kajian Bawaslu Kabupaten Pangandaran, dari 6 orang ASN ada 4  yang sudah memenuhi unsur dan kasusnya dilanjut ke Komisi ASN (KASN) untuk ditindaklanjuti.

Komisioner Bawaslu Kabupaten Pangandaran, Gaga Abdillah Sihab memaparkan, beberapa ASN yang dipanggil di antaranya Camat Langkaplancar, salah seorang guru SD di Kecamatan Cijulang, pegawai Sekretariat Daerah dan tiga orang di Dinas Pertanian setempat.

“Semua kasusnya terkait dugaan ketidaknetralan para ASN menjelang Pilkada Pangandaran. Ini sudah diproses, dua tidak memenuhi unsur,” ungkap Gaga kepada Kantor Berita RMOLJabar, Jumat (25/9).

Hasil dari pengawasan di lapangan, kata Gaga, Camat Langkaplancar dugaan awalnya dari pidato. Sementara guru SD di Cijulang, diketahui membuat soal berkaitan dengan salah satu Pasangan Calon (Paslon).

“Dari hasil kajian, ini tidak memenuhi unsur. Kalau yang pegawai Setda sama pejabat di Dinas Pertanian ini memenuhi unsur dan sudah kami rekomendasikan ke Bawaslu Jabar,” paparnya.

Untuk pegawai Setda dan pejabat di Dinas Pertanian, ucap Gaga, hasil kajian dan rapat pleno pimpinan Bawaslu Pangandaran menyatakan mereka memenuhi unsur pelanggaran terkait Undang Undang (UU) lainnya.

“Mereka diduga melanggar PP 42 Tahun 2005 dan UU 5 Tahun 2014 terkait kode etik dan netralitas ASN. Kan ASN harus menghindari konflik kepentingan,” jelasnya.

Ancaman bagi ASN yang tidak netral, papar Gaga, keputusannya diambil KASN. Bawaslu, tambah ia, hanya merekomendasikan saja.

“Apakah nanti hukumannya ringan, sedang ataupun berat ini tergantung KASN. Bisa saja mereka hanya membuat declear di media atau bahkan dirotasi hingga dipecat,” pungkasnya.