Lewat Rapat Paripurna, Pemprov Jabar Kembali Raih WTP

Jajaran Pemprov dan DPRD Jabar usai Rapat Paripurna/RMOLJabar
Jajaran Pemprov dan DPRD Jabar usai Rapat Paripurna/RMOLJabar

Pemprov Jabar kembali meraih Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) setalah menyerahkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2020. 


Hal tersebut, diraih Pemprov Jabar dalam Rapat Paripurna bersama DPRD Jabar dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Pusat.

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil mengungkapkan, dirinya bersyukur atas raihan WTP oleh Pemprov Jabar yang ke-10. Raihan tersebut menjadi tanda konsistensi dan prudensial keuangan Pemprov Jabar yang sangat luar biasa.

"Alhamdulillah berita baik hari ini, tadi Wakil Ketua BPK Pusat menginformasikan bahwa Jabar kembali pengelolaan keuangannya baik sehingga meraih WTP yang ke-10 kalinya. Jadi alhamdulillah, makanya salamnya 10 kali," ungkap Kang Emil sapaan karibnya usai menghadiri Rapat Paripurna di Gedung DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat (28/5).

Meski meraih WTP yang ke-10 kali, Pemprov Jabar tetap mendapatkan catatan-catatan yang harus diperbaiki di tahun depan. Oleh karena itu, dirinya berharap konsistensi tersebut menunjukkan bahwa reformasi sudah berjalan dengan baik dari sisi keuangan.

"Nah, tapi tidak ada tentu tanpa catatan. Kira-kira begitu. Tinggal kita tutup-tutup lagi supaya ketidaksempurnaannya diperbaiki tahun depan," lanjutnya.

Di samping itu, imbuh Kang Emil menambahkan, terdapat kabar sedih karena Kabupaten Indramayu dan Bandung Barat pada tahun ini tidak dapat meraih WTP. Sebab, tahun sebelumnya, seluruh daerah di Jabar mampu meraih WTP.

"Jadi kami akan melakukan pembinaan agar tahun depan seluruh daerah di Jabar pengelolaan keuangannya harus Paripurna dan lebih baik daripada sebelumnya," tambahnya.

Saat disinggung mengenai belanja Covid-19 menjadi catatan BPK atau tidak, Kang Emil mengaku saat ini belum dapat dijelaskan secara mendetail. Akan tetapi, secara umum laporanya tidak mengarah ke belanja Covid-19 tapi lebih banyak ke belanja barang, kelebihan dari fasilitas Jabar struktural.

"Tapi saya kira kalau Covid-19, aman terkendali," tutup mantan Walikota Bandung itu.