Mahasiswa Didorong Lakukan Judicial Review UU Cipta Kerja Ke MK

Diskusi ilmiah 'Kupas Tuntas Undang-Undang Cipta Kerja' yang di gelar oleh Idea Institute bertempat di Cafe Panas Dalam Jalan Ambon, Kota Bandung/Ist.
Diskusi ilmiah 'Kupas Tuntas Undang-Undang Cipta Kerja' yang di gelar oleh Idea Institute bertempat di Cafe Panas Dalam Jalan Ambon, Kota Bandung/Ist.

Guru Besar Ilmu Politik Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof Dr. Cecep Darmawan menilai, bahwa perlu adanya perjuangan intelektual dalam hal penolakan UU cipta kerja yang saat ini menjadi polemik publik.


Hal itu disampaikannya saat menjadi nara sumber dalam diskusi ilmiah 'Kupas Tuntas Undang-Undang Cipta Kerja' yang di gelar oleh Idea Institute bertempat di Cafe Panas Dalam Jalan Ambon, Kota Bandung.

"Saya sih minta mahasiswa melakukan perjuangan intelektual, melalui Judicial Review UU Cipta Kerja ini ke Mahkamah Konstitusi," ucap Cecep, dalam keterangan yang diterima Kantor Berita RMOLJabar, Rabu (14/10).

Menurutnya, bahwa UU ini ada yang baiknya namun ada juga yang perlu di kritisi. Ia menyebut, mahasiswa harusnya ajak berdebat ilmiah para anggota dewan untuk menyelesaikan polemik ini, agar hasil UU Cipta Kerja representatif mewakili suara masyarakat

Senada, Ketua Fraksi Nasdem Kabupaten Bandung, Toni Permana menilai, jika perjuangan harus dilakukan secara bersama antara mahasiswa, buruh dan tani dalam penolakan UU cipta kerja ini. 

Sementara itu, Pakar Hukum Tata Negara UIN Bandung, Dr. Utang Rosidin menegaskan, bahwa perlu adanya proses Judicial Review yang dilakukan oleh gerakan mahasiswa ketika UU ini cacat secara prosedural dan materil.

"Adapun aksi demontrasi mahasiswa dan buruh harus dengan cara yang elegant, jangan melakukan aksi yang anarkis, karena itu bukan solusi dari polemik UU Cipta Kerja ini," tandasnya.