MAI Pusat Minta Korda MAI Jabar Bantu Pengembangan Budidaya Perikanan

Ketum MAI Pusat, Rokhmin Dahuri (tengah pakai baju batik)/RMOLJabar
Ketum MAI Pusat, Rokhmin Dahuri (tengah pakai baju batik)/RMOLJabar

Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI) minta Koordinator Daerah (Korda) MAI mampu berkolaborasi dengan Pemprov Jabar untuk mengembangkan sektor perikanan di Jabar. Sebab, perikanan di Jabar memiliki potensi yang luar biasa sehingga perlu dikembangkan.


Ketum MAI Pusat, Rokhmin Dahuri mengatakan, dirinya bersyukur dan bahagia dapat menghadiri pelantikan Korda) MAI Jabar dan sekaligus melakukan Rakerda. 

Ia meminta kepada Korda MAI Jabar dapat berkontribusi di sektor budidaya perikanan atau akuakultur sehingga dapat menjadi sumber daya baru bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan bagi masyarakat Jabar.

Ia berkeyakinan bahwa potensi produksi budidaya di Jabar baik sisi pantai selatan maupun utara sangat besar. Kemudian, Jabar sudah sangat terkenal dalam sejarahnya apalagi orang Israel dulu belajar budidaya dari Singaparna.

"Jadi talenta atau kepakarannya sudah ada. Saat ini kita sudah menduduki posisi dua dunia dalam hal produksi perikanan budidaya. Jadi budidaya perikanan bukan hanya produksi ikan, kerang, dan udang tetapi juga bergerak di bidang farmasi," kata Rokhmin di Hotel Pullman, Jalan Diponegoro, Kota Bandung Senin (14/6).

Ia menilai kolaborasi Ketua Korda MAI Jabar, MQ Iswara dengan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan), Hermansyah akan memberikan dampak positif terhadap pengembangan perikanan di Jabar. Di sisi lain, dirinya sebagai Ketum MAI Pusat akan berupaya dari segi kebijakan yang sifatnya berpihak untuk akuakultur dapat digelontorkan.

Di samping itu, imbuh Rokhmin, akuakultur dapat menjadi solusi untuk mengentaskan kemiskinan karena modal yang dikeluarkan tidak terlalu besar dan masa produk panen tidak terlalu lama. Misalkan, rumput laut dapat dipanen dalam waktu 45 hari, kemudian udang 100 hari.

Menurutnya, akuakultur dapat mendulang untung yang besar ditambah masyarakat dinilai dapat melakukan budidaya perikanan. Terlebih pasar produk akuakultur masih sangat terbuka, jika hal tersebut dapat dikuasai seharusnya bisa menjadi pusat pemakmuran dan kesejahteraan.

"Jadi saya optimis. Lalu aktivitasnya tidak di kota kebanyakan di desa, itu pun dapat menolong bangsa yang cukup penting yaitu disparitas pembangunan antar wilayah," tutupnya.