Majelis Hakim Menangkan Gugatan Habib Bahar

Kuasa hukum Hbib Bahar Bin Smith/RMOLJabar
Kuasa hukum Hbib Bahar Bin Smith/RMOLJabar

Sidang lanjutan gugatan tim kuasa hukum Habib Bahar bin Smith yang dilayangkan kepada Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Bogor, berakhir dengan keputusan pencabutan asimilasi oleh Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung di Jalan Diponegoro Nomor 34, Kota Bandung, Senin (12/10).


Tim kuasa hukum Habib Bahar, Ichwan Tuankotta mengatakan, gugatan yang dilakukan oleh pihaknya dikabulkan oleh majelis hakim. Pihaknya mendengar langsung dari majelis hakim saat membacakan putusannya. Hakim telah memerintahkan kepada Bapas Kelas II Bogor mencabut SK yang pernah dikeluarkan.

"Alhamdulillah putusan hakim hari ini memberikan kemenangan kepada kami dengan mengabulkan seluruh gugatan," kata Ichwan.

Sementara itu, anggota tim kuasa hukum, Aziz Yanuar menjelaskan, pihaknya bersyukur atas keputusan yang dikeluarkan oleh majelis hakim. Sejauh ini, pihaknya telah menjalani 15 kali sidang untuk pada perkara tersebut, setelah eksepsi tergugat ditolak majelis hakim.

"Pada intinya, setelah menjabarkan putusan hampir 4 jam majelis hakim memutuskan bahwa pencabutan asimilasi Habib Bahar bin Smith oleh Bapas Bogor (tergugat), dinyatakan tidak sah," jelas Aziz sembari mengungkapkan rasa syukurnya.

Ia memaparkan, hak asimilasi Habib Bahar harus dikembalikan secepatnya. Tim kuasa hukum bersyukur atas keputusan majelis hakim, karena hal tersebut membuktikan masih ada harapan keadilan ditegakkan seadil-adilnya di negeri ini.

Sebelumnya, tim kuasa hukum Habib Bahar bin Smith menggugat Kepala Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Bogor. Penggugatan tersebut telah dilayangkan pada Selasa (30/6/2020) di PTUN Bandung.

Tim kuasa hukum Habib Bahar melalukan gugatan pembatalan keputusan Bapas yang mencabut asimilasi Habib Bahar. Tim kuasa hukum Habib Bahar meminta agar surat pencabutan asimilasi terhadap Habib Bahar dibatalkan oleh hakim.

Habib Bahar bin Smith sempat dibebaskan dari lapas setelah mendapatkan asimilasi di saat pandemi Virus Covid-19. Namun demikian, ia kembali ditahan karena dinilai melanggar ketentuan selama asimilasi.