Masjid Raya Bandung Ditutup Sementara, Kabag Kesra: Untuk Memutus Penyebaran Covid-19

Sebagai langkah mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19), Masjid Raya Bandung (MBR) Provinsi Jawa Barat untuk sementara waktu akan menghentikan kegiatan salat fardhu dan salat Jumat.


Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat dan Kemasyarakatan (Kesra) Kota Bandung, Bambang Sukardi mengatakan, keputusan tersebut tidak menyalahi aturan, lantaran tujuannya untuk memutus penyebaran virus corona.

Terlebih, kata dia, jika mempertimbangkan kapasitas tempat ibadah yang biasa menampung puluhan ribu orang seperti di MBR Provinsi Jawa Barat, yang juga berdampingan dengan Alun-Alun Bandung.

“Itu sah-sah saja karena mereka mempunyai suatu pemikiran untuk mengurangi penyebaran virus tersebut. Pada prinsipnya dari MUI Pusat juga harus bijak menyikapi permasalahan ini. Tidak ada klausul menghentikan kegiatan peribadatan,” terangnya di Balaikota Bandung, Rabu (18/3).

Di luar itu, Bambang mengimbau kepada pengurus masjid dan aparatur di tingkat kewilayahan, agar turut serta berperan menyebarluaskan seruan dari pemerintah ataupun otoritas terkait perihal menyikapi virus corona.

“Saya mengimbau kepada warga masyarakat terutama aparatur kewilayahan dan termasuk DKM untuk menyosialisasikan surat edaran wali kota, surat edaran gubernur, kebijakan pemerintah pusat dan fatwa MUI. Kalau sudah tersosialisasikan, insyaallah masyarakat bisa menentukan sikapnya masing-masing,” bebernya.

Tak hanya di masjid, Bambang juga menyerukan agar standar kesehatan maksimal bisa diterapkan di tempat beribadah agama lain. Sehingga, kegiatan keagaamaan di Kota Bandung tak lantas berkurang namun tetap menyikapi isu virus corona secara waspada.