Memaknai Sumpah Pemuda

Ahmad Arif Imamulhaq/Ist
Ahmad Arif Imamulhaq/Ist

BULAN Oktober merupakan bulan yang memiliki makna khusus bagi bangsa Indonesia, wabil khusus para generasi mudanya. Sejumlah peringatan di bulan tersebut mempunyai nilai histori yang kuat, namun tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lainnya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dalam bingkai NKRI.

Mulai dari tanggal 1 Oktober yang diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila, 2 Oktober Hari Batik Nasional, 5 Oktober HUT TNI, 22 Oktober Hari Santri, 24 Oktober Hari Dokter Nasional, 28 Oktober Hari Sumpah Pemuda dan 30 Oktober Hari Keuangan.

Kesadaran dan pemahaman sejarah menjadi suatu keniscayaan yang mesti dimiliki oleh setiap jiwa generasi muda bangsa ini. Mengabaikannya menunjukkan ketidakpedulian atas nasibnya sendiri dan keterputusan spirit atau energi positif yang dibangun oleh para pejuang bangsa dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan bangsa Indonesia, yakni melindungi segenap bangsa Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial sebagaimana termaktub dalam alinea ke-empat UUD 1945.

Kementerian Pemuda dan Olahraga RI dalam rangka menyambut bulan pemuda dan memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-92 tahun ini, telah menetapkan tema Bersatu dan Bangkit.

Tentu bukan tanpa tujuan, tema tersebut diangkat. Bersatu mengandung arti mengumpulkan yang berserakan menjadi satu atau menguatkan menjadi satu atau bisa juga menyatukan diri yang fana dengan Tuhan yang abadi sehingga menjadi energi positif yang kuat.

Sedangkan kata bangkit menandai adanya langkah awal dalam suatu pergerakan untuk melakukan sesuatu. Bangkit juga identik dengan kata tegak atau menegakkan. Dalam terminologi agama, kata bangkit mempunyai makna yang khusus untuk menunjukan adanya sesuatu yang pernah hadir atau ada dan kemudian hadir kembali.

Yang menarik justru adalah pilihan katanya bersatu lalu bangkit. Ini seakan mengisyaratkan pesan moral agar generasi muda Indonesia yang jumlahnya semakin banyak agar bersatu, menyatukan diri dan selanjutnya bangkit bergerak bersama-sama dalam membangun bangsanya.

Kata-kata adalah ungkapan spirit atau ruh yang mempunyai kekuatan. Kata-kata atau dalam bahasa arabnya al-asmaa adalah pengetahuan tertinggi yang diberikan Tuhan kepada Nabi Adam as. Karenanya memahami dan menyadari arti dari sebuah kata menunjukkan siapa dan dimana kita berada. Bahasa menunjukkan bangsa.

Selamat Bulan Bahasa, Bulan Santri dan Pemuda, Bulan untuk kita semua, dan pada tahun ini, juga bulan dilahirkannya (maulud) Nabi Muhammad Al-Mustafa, Rahmatan Lil 'Aalamiin.

Penulis adalah Kepala Bidang Kepemudaan pada Disporaparbud Kabupaten Purwakarta