Menko Perekonomian Sebut Tren Kesembuhan Pasien Covid-19 Meningkat

Airlangga Hartarto/Repro
Airlangga Hartarto/Repro

Perkembangan penanganan Covid-19 di Indonesia menunjukkan tanda-tanda membaik. Setidaknya itu bisa dilihat dari tren tingkat kesembuhan sudah mencapai 85,1 persen dan tren kematian turun hingga 2,7 persen.


Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menjelaskan, melalui berbagai kebijakan dapat dilihat pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) curva sudah mulai melandai. Kemudian kasus aktif mengalami penurunan turun ke level 157.148 ribu kasus aktif.

"Pemerintah Pusat terus mendorong PPKM Mikro menekan kasus positif dan pengendalian pandemi Covid-19," ungkapnya, Selasa (23/2).

Pelaksanaan PPKM Mikro dilaksanakan di level kelurahan hingga RT RW sehingga kegiatan yang dilakukan berbasis komunitas atau masyarakat. Peningkatan PPKM Mikro juga didorong dengan peningkatan testing, tracing, dan treatment (3T) serta pemerintah memberikan bantuan sosial (bansos) untuk memenuhi kebutuhan dasar.

"PPKM Mikro di level jaga dilakukan oleh Satgas Covid-19 kelurahan yang didukung dengan pendirian posko," ucapnya.

Selain itu, Pemerintah melengkapi kegiatan tersebut sebagai upaya terbebas dari pandemi Covid-19 melalui program vaksinasi untuk 181,5 juta jiwa. Hal tersebut dilakukan agar masyarakat dapat melakukan aktivitas dengan rasa aman dan menggerakkan roda perekonomian.

"Program vaksinasi sejak tanggal 13 januari 2020 lalu terus dilakukan dan didorong untuk tahap selanjutnya untuk petugas publik dan lansia. Program vaksinasi tahap II didorong di be berbagai provinsi termasuk di Jawa-Bali," kata Airlangga.

Upaya program vaksinasi tersebut didukung oleh BPOM telah mengeluarkan izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (UEA) bernomor 2102 9075 43AI bagi vaksin Sinovac yang diproduksi oleh Biofarma. Sementara itu data-data uji klinis vaksin Sinovac untuk lansia pun telah diperoleh sehingga pihaknya pada 3 bulan ke depan para lansia dapat divaksin.

Dengan demikian, pemerintah terus melakukan pengadaan vaksin dari Sinovac, Novavax, Covax, dan AstraZeneca serta mendapatkan fasilitas dari Gavi. Gavi berperan membantu untuk pengadaan suplai vaksin yang memiliki target 426,8 juta dosis vaksin dapat diperoleh pemerintah untuk masyarakat Indonesia.