Mensos Risma Diminta Cabut ASN dari Daftar Penerima Bansos

Menteri Sosial Tri Rismaharani/Net
Menteri Sosial Tri Rismaharani/Net

Kerja keras Menteri Sosial Tri Rismaharini dalam mengungkap fakta terkait 28.965 Aparatur Sipil Negara (ASN) aktif penerima bantuan sosial, diapresiasi kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS).


Dilaporkan Kantor Berita Politik RMOL, politisi PKS Bukhori Yusuf mendukung langkah tegas Mensos Risma untuk segera mencabut bantuan sosial bagi ASN, khususnya penerima yang tidak berhak.

“Saya mendukung tindakan tegas Mensos, yakni mencabut langsung dari daftar penerima manfaat,” ujarnya anggota Komisi VIII DPR RI tersebut kepada wartawan, Jumat (19/11).

Bahkan jika perlu, para oknum ASN wajib mengembalikan bansos yang bukan haknya. Yakni dengan menggantinya sesuai jumlah nominal manfaat yang selama ini telah mereka terima.

Di sisi lain, anggota Komisi Sosial tersebut mengaku geram karena masih ada oknum aparatur negara yang mengambil sesuatu yang bukan haknya.

Padahal, menurutnya, selama pandemi mereka tetap menerima gaji dari negara, di saat sebagian besar warga bahkan kesulitan untuk sekadar makan.

Sebab itu, dirinya berharap program revolusi mental yang pernah dicanangkan oleh pemerintah tidak hanya menjadi kebijakan jargon belaka.

"Pada akhirnya, program revolusi mental yang telah diundangkan pemerintah melalui Inpres 12/2016 tentang Gerakan Nasional Revolusi Mental, patut dipertanyakan efektivitasnya selama ini," tutupnya.