Menyoal Keseriusan Jokowi Dukung Si Rambut Putih

Presiden Jokowi/Net
Presiden Jokowi/Net

PERNYATAAN Jokowi dukung rambut putih berubah menjadi keraguan dengan munculnya sepanduk bertulis Perpanjangan Jabatan Tiga Periode. Padahal, gema acara temu relawan Jokowi awalnya ditunggu-tunggu sebagai momentum peristiwa politik berupa deklarasi atau pernyataan pidato secara tegas akan menemukan kompromi politik berkaitan dukungan pencapresan terhadap tokoh nasional.

Diumumkannya nama capres dihadapkan ribuan pendukung dan disaksikan jutaan mata di layar kaca dan video streaming ternyata tidak terjadi, acara yang super megah tersebut justru banyak menyimpan banyak agenda yang cukup misterius.

Ketua pelaksana Gerakan Nusantara Bersatu Amiruddin Ma'aruf menyatakan jika acara tersebut didesain untuk mengumpulkan semua relawan Jokowi di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK).

Acara yang digelar di sport center terbesar di Asia Tenggara tersebut (GBK) dijadikan pertunjukan ikrar kesetiaan Relawan Jokowi.

Blunder Politik

Banyak kegiatan politik menuai blunder yang dilakukan Jokowi atau pihak Relawan.

Setidaknya ada dua ketidakharmonisan langkah politik Jokowi yang mengisyarakatkan dukungannya ke Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo belum pakem dan konsisten.

Pertama Jokowi belum berani secara khusus menyebutkan nama Ganjar di muka umum. Hanya sebatas memberikan kode dan bahasa isyarat yang belum tuntas dan abu-abu.

Kedua Jokowi masih ambigu dan terjebak dalam keraguan setiap kali bertemu dengan Ketua Partai. Di depan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto tebar pesona memberikan janji manis dukungan pencapresan 2024. Jokowi memberikan angin segar jika Pilpres 2024 milik Prabowo Subianto.

Tebar Pesona Relawan

Relawan Jokowi (Projo) sedang sibuk melakukan penjaringan bakal calon presiden diberbagai daerah Indonesia. Bahkan Relawan ini sengaja melakukan road show politik ke sejumlah elite partai seperti Ketum Gerindra Prabowo Subianto dan juga Ketum Golkar Airlangga Hartato. 

Kedatangan Ketua Umum Projo tentu menyampaikan hasil musyawarah rakyat (Musra) dan melaporkan jika nama elite partai yang dikunjunginya masuk dalam penjaringan bakal capres.

Tentunya bisa disimpulkan bahwa relawan Jokowi terkesan menjual hasil Musra ke elite politik tertentu.

Tidak konsisten menaruh nama Ganjar sebagai bagian keputusan penuh dari keseluruhan musra yang dilakukannya. Nama Ganjar justru banyak kalah pamor di berbagi daerah dari hasil penjaringan relawan Jokowi.

Perpanjangan Jabatan Presiden

Dua akrobatik politik yang terjadi secara berurut mendukung perpanjangan jabatan Presiden Jokowi. Ketua DPD RI mendukung penuh perpanjangan jabatan presiden di acara Rakernas HIPMI, Semarang, 25 November 2022.

Tidak malu-malu lagi Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) AA Lanyalla Mahmud Mattalitti   meyakinkan jika Jokowi layak diberikan perpanjangan masa jabatan sebagai presiden.

Sambutan berbau politik tersebut langsung diutarakan di depan Jokowi dan juga para pejabat tinggi negara seperti Ketua DPR RI Puan Maharani, Menteri BUMN Erich Thohir dan Juga Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Lanyalla memberikan dukungan perpanjangan masa jabatan Presiden Joko Widodo dengan dalih kompensasi jabatan 2 tahun akibat Pandemi.

Spanduk Perpanjangan Presiden

Kali ini dukungan perpanjangan jabatan presiden berasal dari partisan Relawan yang tergabung dalam Barisan Nasional di GBK. Aksi dukungan dengan membentangkan spanduk Jokowi 3 periode (RMOL.ID), Sabtu 26/11).

Diperkirakan lebih dari 150 ribu relawan tumpah ruah di GBK untuk menghadiri deklarasi dan reuni relawan Jokowi sekaligus mendengarkan pidato politik.

Dalam acara tersebut secara eksplisit tidak ada penyebutan dukungan politik terhadap capres tertentu. Jokowi hanya sekedar memberikan kode atau kisi-kisi presiden yang akan  direkomendasikannya dengan sebutan ciri-ciri fisik seperti berambut putih, muka banyak kerutan dan orang tersebut banyak berpikir untuk rakyat dan sering bekerja di lapangan.

Ambigu Politik

Jokowi meyakinkan relawan dan rakyat Indonesia jika dirinya masih pantas dan layak untuk memperpanjang jabatannya dan berakhir dengan penundaan pemilu. Itu yang dilakukannya di acara bersama ribuan pendukungnya di GBK.

Di lain sisi Jokowi bersikap dingin dengan berbagai wacana yang mendukung penundaan pemilu atau perpanjangan jabatan yang dilakukan relawannya.

Menunggu Komitmen Politik

Kendati Jokowi terus menolak dirinya untuk memperpanjang masa jabatan, tetapi Jokowi sendiri diam seribu bahasa dengan munculnya dukungan penundaan pemilu pada dirinya. Inilah yang membuat keraguan dan kesaksian publik untuk meyakini jika Jokowi benar-benar merestui Ganjar Pranowo sebagai calon presiden penerusnya.

Publik butuh pernyataan resmi dari Jokowi dan juga aksi Jokowi dalam mengendalikan para relawannya untuk betul-betul bersikap dan berkehendak mendukung secara penuh Rambut Putih (Ganjar Pranowo) sebagai calon yang secara resmi direkomendasikan oleh Jokowi.

Dalam realitas politik Jokowi memang hanya sebagai tokoh atau figur yang bisa mengarahkan massa pendukungnya memilih bakal calon presiden. Ingat, Jokowi secara konstitusional tidak punya hak dan jabatan politik untuk mengajukan bakal calon presiden.

Sesuai UU Pemilu hanya partai politik atau koalisi partai yang memenuhi presidential threshold yang berhak mengajukan capres.

Sebaiknya Jokowi lebih garang dalam membuat isu dengan merekomendasikan capres, atau mempersilakan membentuk partai sendiri agar kelak dalam pemilu 2029, sebagai Ketum Partai dapat mengajukan nama capres secara leluasa.

Penulis adalah Ketua Relawan Ganjar Pranowo 2024