Merasa Tak Diacuhkan Pemerintah, Santri Di Pangandaran Geruduk Kantor Setda

APSI Pangandaran saat berudiensi dengan pihak Setda setempat/RMOLJabar
APSI Pangandaran saat berudiensi dengan pihak Setda setempat/RMOLJabar

Menjelang Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2020, Sejumlah Santri yang berasal dari Aliansi Pemuda Santri Indonesia (APSI) Kabupaten Pangandaran mempertanyakan keberpihakkan Negara terhadap santri.


Selain mempertanyakan keberpihakan Negara terhadap santri atas terbitnya Undang Undang Pesantren, APSI juga menyoroti anggaran penanggulangan Covid-19 yang sudah dialokasikan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pangandaran.

Ketua APSI Kabupaten Pangandaran, Habibudin menegaskan, pesantren lebih dulu adanya dibandingkan dengan pendidikan formal.

"Yang melawan penjajah dan memerdekakan Negara ini santri Bung, lantas mana kehadiran Negara untuk Pesantren. Apa yang akan diperbuat Pemda setelah UU Pesantren terbit," tegas Habib saat audiensi dengan Pemda Pangandaran, Rabu (21/10).

Program-program yang sudah digulirkan Pemda Pangandaran bagi kaum sarungan, dianggap Habib, hanya iming iming saja.

"Jangan samakan kiai dan ulama dengan para penjilat anggaran daerah. Jangan renggut marwah dan ghirahnya. Kalau kalian mau merebut, saya lebih baik menyerahkan nyawa," ungkapnya.

Lebih lanjut, Habib juga meminta kejelasan terkait anggaran penanggulangan pandemi Covid-19 di Kabupaten Pangandaran yang dirasa belum berpihak kepada Santri.

"Saat pendidikan formal dibuka, semuanya serba dipersiapkan. Sementara pas pesantren dibuka, mana, tidak ada persiapan apapun," paparnya.

Pada kesempatan sama, Sekretaris Daerah Kabupaten Pangandaran, Kusdiana menjelaskan, anggaran penanggulangan Covid-19 di Pangandaran dengan kisaran Jumlah Rp 80-90 miliar.

"Saat Pandemi ini kita banyak kehilangan uang, anggaran Pusat dan Pemprov ditarik, PAD juga berkurang. Anggaran penanganan Covid-19 juga digelontorkan dari APBD," jelasnya.

Dari sejak Maret, kata Kusdiana, Pemda terus melakukan rapat karena kebijakan dari Pusat berubah-ubah. Anggaran penanggulangan Covid-19, tambah ia, terbagi menjadi dua. 

" Pertama menangani yang sakit jangan sampai meninggal dan  keduanya yang sehat supaya tidak sakit. Banyak yang sudah kita perbuat, dari mulai PSBB, Jaring Pengaman Sosial dan program lainnya," tandasnya.