Meski Masuk Zona Merah, Dinas Pariwisata Kabupaten Bekasi Gelar Festival Mancing

Meski Masuk Zona Merah, Dinas Pariwisata Kabupaten Bekasi Gelar Festival Mancing
Festival mancing Dinas Pariwisata Kabupaten Bekasi/RMOLJabar

Dinas Pariwisata Kabupaten Bekasi menggelar Festival Mancing sebagai relaksasi di tengah pandemi Covid-19. Festival yang diikuti sekitar 250 peserta dari berbagai wilayah dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, memakai masker, jaga jarak, cuci tangan dan cek suhu tubuh.


Selain digelar secara gratis, panitia juga menyediakan berbagai hadiah menarik berupa jackpot uang tunai Rp 5 juta untuk yang mendapat ikan terberat, sepeda gunung, handphone android, TV Led dan hadiah hiburan lainnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bekasi, Encep S Jaya mengatakan, kegiatan mancing tersebut untuk membangkitkan kembali semangat masyarakat sekaligus membuka sektor perekonomian di tengah pandemi Covid-19.

"Situ Abidin ini memang sudah dicanangkan untuk destinasi wisata, nanti setelah tidak ada Covid lagi, masyarakat Bekasi atau dari luar, bisa ramai-ramai kesini, untuk mancing,  berswafoto dan rekreasi bersama keluarga," ujarnya, di Situ Abidin Desa Karangmulya, Kecamatan Bojongmangu, Minggu (19/09).

Encep berharap, festival mancing Situ Abidin bisa membuat masyarakat rileks dan terhibur di tengah status Kabupaten Bekasi yang kembali masuk zona merah.

"Karena tugas Dinas Pariwisata adalah dinas yang membuat masyarakat Kabupaten Bekasi bahagia," ujarnya.

Selain Situ Abidin, Encep menargetkan ke depan akan banyak lokasi wisata alam maupun wisata buatan di Kabupaten Bekasi yang bisa dikelola oleh pemerintah daerah.

"Termasuk nanti di Bumi Perkemahan (Karangkitri), akan kami buat disitu, sudah ada peta gambarnya. Nanti disana ada off road, flying fox dan sebagainya," ucapnya.

Di tempat sama, Camat Bojongmangu, Agung Suganda yang hadir di lokasi acara berharap festival mancing Situ Abidin dapat menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar di tengah pandemi Covid-19.

"Mudah-mudahan di tengah Covid seperti ini, kegiatan ini bisa menggerakkan ekonomi masyarakat, mereka bisa berdagang, kuliner, jadi ada nilai tambah selain ikut mempromosikan Bojongmangu," kata Agung.

Terkait status Kecamatan Bojongmangu yang saat ini masih masuk zona hijau Covid-19, Agung berharap status tersebut bisa dipertahankan dengan adanya kesadaran semua pihak untuk menerapkan protokol kesehatan.