Minta Kejelasan Program Pahe, PMII Boyong Keranda Ke DPRD Pangandaran

Massa aksi saat mendatangi gedung DPRD Pangandaran/RMOLJabar
Massa aksi saat mendatangi gedung DPRD Pangandaran/RMOLJabar

Aksi meminta kejelasan Program Pangandaran Hebat (Pahe) kembali digelar setelah sebelumnya Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat STITNU Al Farabi Pangandaran menggeruduk kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).


Kini PMII Komisariat STITNU Al Farabi kembali datang membawa ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Santri Kabupaten Pangandaran dengan tuntutan yang lebih banyak.

Diketahui dalam aksi sebelumnya, masa sempat menyalami Baliho bergambar Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran dan memberikan kado batu baterai, kacamata dan kain kafan. 

Karena dinilai tidak ada respon, aksi kedua diwarnai pemboyongan keranda mayat. Kericuhan antara massa aksi dan petugas keamanan bahkan diakhiri dengan pembakaran atribut demonstrasi depan gedung paripurna sekaligus upaya penurunan bendera merah putih menjadi setengah tiang.

Ketua PMII Komisariat STITNU Al Farabi, Yusuf Sidik menegaskan, aksi berikutnya bakal dihadiri jumlah massa yang lebih banyak dan meminta Ketua sekaligus seluruh anggota dewan hadir untuk menandatangani fakta integritas.

"Kalau kemarin kami cuma menuntut tiga hal, sekarang ada sembilan tuntutan yang kami berikan karena aksi tidak ada respon,” ungkap Yusuf, Senin (7/6).

Tuntutan tambahan selain meminta kejelasan Program Pahe, kata Yusuf, massa meminta kejelasan program Pangandaran mengaji yang gurunya belum dibayar hingga saat ini.

"Dalam waktu 2X24 Jam, kami meminta DPRD untuk memberikan data hasil audit program Pahe Tahun 2020 sekaligus menindak Eksekutif terkait Pahe yang tidak berjalan,” paparnya.

Massa aksi, imbuh Yusuf, juga meminta supaya menerbitkan Peraturan Daerah terkait kebebasan berpendapat di wilayah Kabupaten Pangandaran.

"Kami mengutuk keras tindakan represif terhadap media massa yang ada di Kabupaten Pangandaran. Hari ini kami gagal menemui ketua DPRD, besok kami datang lagi dengan jumlah massa lebih banyak," pungkasnya.