MUI Karawang Kutuk Keras Serangan Israel

Ilustrasi perang Israel versus Palestina/Net
Ilustrasi perang Israel versus Palestina/Net

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Karawang mengutuk keras penyerangan Israel yang telah menyerbu umat muslim Palistina saat melakukan salat tarawih di masjid Al Aqsha.


Terlebih serangan dilakukan mungkin saat Lailatul Qadar turun di setiap masjid yang ada di belahan bumi penjuru dunia.

Hal tersebut diungkapkan Ketua MUI Kabupaten Karawang, Tajudin Noer sesuai pernyataan MUI secara nasional yang tercantum dalam 10 poin pernyataan bersama MUI yang dibacakan oleh Sekjen MUI, Amirsyah Tambunan, Selasa (11/5).

"Kami mengutuk keras serangan zionis Israel terhadap Masjid Al-Aqsa yang telah mengakibatkan banyak jemaah tarawih mengalami luka-luka," ungkapnya saat dihubungi Kantor Berita RMOLJabar, Minggu (16/5).

Menurutnya, serangan Israel terhadap warga Palestina selain menodai kesucian tempat ibadah, sekaligus menunjukkan pelanggaran secara terang-terangan prinsip-prinsip hukum internasional yang terkandung dalam piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). 

Terutama keputusan Badan PBB untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Budaya (UNESCO) tahun 2016 yang menetapkan Masjid Al-Aqsa sebagai situs suci umat Islam.

MUI mendesak PBB segera mengambil tindakan nyata agar Israel menghormati hukum internasional, termasuk melindungi tempat ibadah dan HAM warga yang berada di wilayah pendudukan. 

"Serta menempatkan pasukan perdamaian untuk melindungi rakyat Palestina dari serangan Israel," ujarnya.

MUI Kabupaten Karawang juga meminta kepada, negara-negara Islam terutama negara yang berpenduduk mayoritas Islam seperti Indonesia ini ikut memperhatikan serta memberikan jalan keluar (solusi) dari kejadian tersebut.