Mulai Akhir September, ITB Mulai Uji Coba Perkuliahan Tatap Muka

Ilustrasi Perkuliahan Tatap Muka/Net
Ilustrasi Perkuliahan Tatap Muka/Net

ITB saat ini sedang memasuki masa transisi menyelenggarakan perkuliahan tatap muka secara luring dan daring. Persiapan terus menerus dilakukan oleh fakultas/sekolah bersama dengan prodi untuk mengatur serta meminimalisasi risiko penyebaran Covid-19.


Penyelenggaraan perkuliahan tatap muka diselenggarakan secara bertahap. Direktur Pendidikan ITB, Dr. Arief Hariyanto mengatakan, berdasarkan data, diperkiraan mahasiswa yang akan terlibat dalam kegiatan luring ini adalah 1087 mahasiswa mulai akhir September. Jumlah itu terdiri dari 864 mahasiswa di kampus Ganesha dan 148 mahasiswa di kampus Jatinangor.

Sementara itu seperti dikutip dari laman ITB, Rabu (15/9), kegiatan akademik luring yang dimulai dari awal Oktober 2021 adalah 3.419 mahasiswa yang terdiri dari 3.229 mahasiswa kampus Ganesha dan 170 di kampus Jatinangor.

Adapun kegiatan akademik luring yang dimulai pada November diperkirakan terdapat 1873 mahasiswa dengan rincian 804 mahasiswa di kampus Ganesha dan 647 mahasiswa di kampus Jatinangor.

Tahapan kegiatan luring ini diharapkan menjadi fase transisi perkuliahan yang mampu dimplementasikan dalam masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Kegiatan akademik ini juga bertujuan untuk tetap mencapai learning outcome, di mana kehidupan masa AKB sudah semakin terbentuk.

Proses transisi ini diharapkan bisa menyiapkan sivitas ITB menjadi insan yang siap menerapkan kebiasaan baru secara konsisten.

Rektor ITB, Prof. Reini Wirahadikusumah menyampaikan, para mahasiswa yang membutuhkan indekos dapat mulai melakukan pemesanan untuk masa waktu Oktober-November-Desember.

Sebagai gambaran profil asal kota dari mahasiswa ITB yang terbesar adalah dari DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Prof. Jaka Sembiring selaku Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB mengatakan, proses transisi ini sebagai uji coba untuk melaksanakan perkuliahan luring di mana pengaturan, pengawasan perkelompok secara kontinyu dan penjagaan fakultas/sekolah dan prodi harus selalu dilakukan. Penanganan dan tahapan untuk setiap kasus sudah disiapkan.