Nadiem Makarim Dipercaya Pimpin Kemendikbud-Ristek, Rektor Unpas: Kita Beri Kesempatan

Rektor Unpas, Eddy Jusuf/RMOLJabar
Rektor Unpas, Eddy Jusuf/RMOLJabar

Pemerintah melebur Kementerian Riset dan Teknologi ke dalam Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kini, dua lembaga tersebut berubah menjadi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek).


Nadiem Makarim yang sebelumnya menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), kembali dipercaya Presiden Joko Widodo untuk memimpin Kemendikbud-Ristek.

Menanggapi hal tersebut, Rektor Universitas Pasundan (Unpas), Eddy Jusuf mengatakan, masyarakat harus melihat sisi positif dari peleburan dua kementerian tersebut. Menurutnya, semua pihak harus memberi kesempatan kepada Nadiem Makarim yang menjadi komando Kemendikbud-Ristek.‎

"Kita sekarang beri kesempatan saja dulu dengan Mendikbud dengan Ristek disatukan," kata Eddy di Kampus II Unpas, Jl. Tamansari, Kota Bandung, Jumat (30/4).

Eddy mengungkapkan, terlalu dini jika harus memberikan penilaian terhadap kemampuan Nadiem saat ini. 

‎"Kita belum taulah, kan penyatuan baru sekarang kan kita bisa lihat nanti katakanlah 300 hari, kita beri kesempatan aja dulu," ujarnya.‎

Eddy menuturkan, dari perspektif dunia perguruan tinggi, apa yang disodorkan Mendikbud-Ristek, memiliki konsep yang bagus. Menurutnya, konsep tersebut mengarah kepada lulusan maupun sumber daya manusia yang berada di lingkungan kampus memiliki kualitas. ‎

"Kita dorong, karena bagaimanapun juga ini dengan konsep merdeka belajar dan kampus merdeka ini kan menuju bagaimana membangun lulusan yang adaptif yang berkualitas dan bisa diterima di peluang-peluang kerja ataupun menciptakan lapangan kerja, Demikian juga untuk dosen, dosen kan bisa mengkontribusikannya ke luar demikian juga kaum praktisi kita undang juga, itu di dalam konsep 8 indikator utama," tuturnya.

‎"Kalau berangkat dari konsep-konsep ini kan berarti lebih efesien," imbuhnya.‎

Eddy berharap, konsep-konsep yang telah dirancang dapat direalisasikan dengan baik dan maksimal. Menurutnya, indikator-indokator yang telah ditetapkan dalam konsep harus menjadi indikator pencapaian.

"Dari perguruan tinggi yang pertama adalah tercapainya 8 indikator utama dari mulai lulusan yang bisa terserap, dosen bisa berkontribusi dengan dunia industri, kemudian kaum praktisi juga kita undang, mahasiswa juga bisa belajar dua semester di luar kampus, ini artinya mahasiswa ataupun dosen tidak jago kandang, gitu, jadi relationshipnya lebih terbuka," tandasnya.‎