Naik Tiga Kali Lipat, Penggali Kubur TPU Cikadut Kewalahan

Petugas pemulasaraan Jenazah Covid-19 di TPU Cikadut/RMOLJabar
Petugas pemulasaraan Jenazah Covid-19 di TPU Cikadut/RMOLJabar

Petugas pemulasaraan Jenazah Covid-19 di TPU Cikadut Kota Bandung mengaku kewalahan. Pasalnya, jumlah jenazah yang dimakamkan mengalami kenaikan hingga tiga kali lipat dari biasanya. Peningkatan tersebut mulai terjadi seminggu ke belakang dari 9 Juni 2021.


Begitu disampaikan Pengelola Sarana dan Prasarana TPU Cikadut, Sudrajat saat di temui di lokasi, Senin (16/6).

"Sudah sepekan ini jumlah jenazah yang masuk ke TPU Cikadut setiap hari mencapai 10 hingga 20 pasien. Angka ini tinggi karena biasanya setiap hari hari hanya mencapai 5 pasien saja. Artinya kenaikan tersebut mencapai tiga sampai empat kali lipat," katanya.

"Biasanya ini siang ada tiga, kemudian malam 2. Sekarang siang saja kadang bisa sampai 18 orang," imbuhnya.

Dengan kondisi tersebut, lanjut Sudrajat, pihaknya terpaksa melakukan penundaan pemakaman akibat dari petugas yang keteteran dalam membuat liang lahat.

"Tapi diundur juga sebentar, malam itu juga dikuburkan," papar Sudrajat.

Dia mengatakan, per hari ini, Senin (14/6/2021), hingga pukul 13.00 WIB sudah ada 9 jenazah yang sudah dimakamkan. Bahkan tadi pihak dari RSHS pun sudah menelpon kembali menyebut akan mengirim jenazah.

Masih dijelaskan Sudrajat, karena jumlah pegawai yang terbatas, pihak TPU Cikadut mendapat bala bantuan dari unit pelaksana teknis (UPT) lainnya. Total sekarang sekitar 30 pekerja ada di Cikadut, mereka bekerja secara begiliran untuk menyediakan setidaknya 20 liang lahat.

"Mereka kan kerja untuk satu liang berdua. Jadi paling banyak sehari kita siapkan 20 liang," kata Sudrajat.

Hingga sekarang jumlah liang lahat yang digunakan mencapai 1.600. Sedangkan ketersediaan liang khusus Covid-19 di Cikadut mencapai 5.000.

Sudrajat mengatakan, untuk angka jenazah pada bulan ini terbilang sangat tinggi. Sebab baru sampai 13 Juni angkanya sudah 155. Sedangkan pada bulan-bulan sebelumnya angka tersebut adalah kumulatif per bulan.

"Sekarang kita baru pertengahan bulan, jadi masih mungkin naik (jumlah jenazah)" tandasnya.