Nakes RSD Gunung Jati Cirebon Dukung Aksi Demo Di Gedung Sate

Demo Ribuan Tenaga Kesehatan di Gedung Sate/Net
Demo Ribuan Tenaga Kesehatan di Gedung Sate/Net

Tenaga Kesehatan (Nakes) di RSD Gunung Jati Cirebon mendukung aksi demo di Gedung Sate menuntut kenaikan status honorer menjadi ASN dan berharap Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mewujudkan aspirasi tersebut.


Salah satu Nakes yang bernama  Rian Sukmariandi meminta Pemprov Jabar menerapkan peraturan pemerintah  (PP) 49/2018 mengenai peluang kalangan profesional untuk menjadi Pegawai Sipil Negara.

Sebagai tenaga honorer, ia menilai rencana Menpan RB yang akan menghapus tenaga honorer pada tahun 2023 sangat merugikan.

“Rencana Menpan RB, tentang penghapusan tenaga honorer sangat merugikan bagi kami dan meresahkan membuat kami tidak bisa tidur karena apa karena ketidakjelasan nasib kami ke depannya,” kata Rian, Jumat (5/8).

Rian mengatakan,  tenaga kesehatan berstatus honorer sangat diandalkan dalam melayani masyarakat saat anggaran pemerintah tidak mampu mengadakan ASN di layanan fasilitas kesehatan.

“Ketika honorer sudah menjadi solusi terbaik tiba-tiba honorer dihapuskan dan ini membuat kami khawatir,  membuat kami takut tentang masa depan kami,” ujarnya.

Rian berharap pemerintah membuat kebijakan baru yang membuat kami tenaga honorer menjadi tenang.

Menurut Rian,  selama 23 tahun ke belakang honorer ini menjadi garda terdepan. Begitu juga saat penanganan covid-19 di Indonesia. Tenaga honorer, selalu mengabdi tanpa pantang menyerah.

“Kami berharap ada peraturan atau kebijakan baru apalagi jika sampai honorer bisa diangkat jadi P3K, itu merupakan hadiah terbaik bagi kami selaku honorer di pelayanan kesehatan,” ujarnya.