NTT Dihantam Badai Siklon, Gubernur Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (paling kanan kemeja putih), bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Doni Monardo, dalam jumpa pers virtual Rabu malam, 7 April/Repro
Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (paling kanan kemeja putih), bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Doni Monardo, dalam jumpa pers virtual Rabu malam, 7 April/Repro

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, menetapkan status tanggap darurat bencana melalui surat keputusan No. 118/KEP/HK/2021 tertanggal 6 April 2021. Ketetapan itu diambil menyusul terjadinya Bencana Badai Siklon Tropis Seroja di 21 kabupaten/kota dalam lingkup Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).


Ketetapan itu mulai berlaku dari tanggal 6 April sampai 5 Mei 2021, atau sekitar satu bulan.

"Dengan adanya penetapan keputusan tanggap darurat ini diharapkan mampu mempercepat penanganan bencana di wilayah NTT," ujar Viktor dalam jumpa pers virtual yanag diselenggarakan pada Rabu malam (7/4).

Dari data yang berhasil dihimpun hingga malam tadi, jumlah korban meninggal yang berhasil ditemukan Tim SAR gabungan sebanyak 138 jiwa, yang tersebar di Kabupaten Flores Timur 67 Jiwa, Lembata 32, Alor 25, Kupang lima, Malaka empat, Sabu Raijua dua, dan satu korban meninggal masing-masing di Ngada, Ende dan Kota Kupang.

"Sedangkan hilang, total dari laporan pertemuan koordinasi berjumlah 61 jiwa. Rincian sebagai berikut Kabupaten Lembata 35, Alor 20 dan Flores Timur enam," sebut Viktor.

"Sementara itu, kerugian material di sektor perumahan berjumlah 1.114 unit dengan rincian rusak berat 688 unit, rusak sedang 272 dan rusak ringan 154," sambungnya.

Viktor memastikan upaya penanganan darurat seperti pencarian dan evakuasi korban, pelayanan warga dipengungsian, pendistribusian bantuan, pendataan maupun pembukaan wilayah yang terisolisasi, akan terus dilakukan.

"Bahkan katanya, sejumlah helikopter juga sudah dikerahkan ke lokasi terdampak dan didukung oleh Satuan Tugas TNI AU yang juga memfasilitasi pengiriman bantuan dari pihak donatur maupun relawan medis ke wilayah-wilayah yang sulit dijangkau dengan transportasi darat.

"Dengan menjaga sinergitas ini, diharapkan penanganan bencana banjir bandang, tanah longsor dan gelombang pasang bisa dilakukan dengan baik dan tepat," demikian Viktor menambahkan.