Omnibus Law Dalam Pemerintahan Omnipotent

Ilham Bintang/Net
Ilham Bintang/Net

FAUZI dari stasiun TV Malaysia Astro Awani mengontak saya, Jumat (9/10) pagi. Ia akan mewawancarai saya soal kisruh aksi unjuk rasa buruh dan mahasiswa menentang Omnibus Law. Fauzi mendapat kontak saya dari wartawan senior, Asro Kamal Rokan.

TV Astro Awani, disebut sebut sebagai Kompas TV-nya Malaysia tayang live pagi itu pukul 10.00 waktu Malaysia (Jakarta pukul 09.00 pagi) dengan topik: Kontroversi Omnibus Law.

Menjelang acara, ada kendala tehnis. Astro Awani TV menggunakan aplikasi Skype, sedangkan saya sudah lama meninggalkan aplikasi Itu, ganti dengan Zoom atau Video Call. Jalan tengahnya, saya diwawancarai via saluran telepon biasa, jadi yang berfungsi audionya saja.

Tapi, dalam rekaman wawancara yang dikirim sohib lama saya di Kuala Lumpur, Buyung Zardas, di layar tampil foto saya dengan atribusi: Presiden Iswami! Padahal, presidennya di Indonesia adalah Asro Kamal Rokan. Iswami akronim Ikatan Setiakawan Wartawan Malaysia- Indonesia. Saya hanya salah satu pengurusnya. Oh, ya. Buyung tadi adalah aktor Teater Ketjil, pimpinan Arifin C Noer almarhum, yang sudah puluhan tahun mukim di Malaysia.