Organisasi Kedokteran di Bogor Raya Tegas Menolak RUU Kesehatan Omnibus Law

Organisasi Kedokteran Bogor Raya/RMOLJabar
Organisasi Kedokteran Bogor Raya/RMOLJabar

Organisasi profesi kesehatan atau kedokteran di Bogor Raya tegas menolak Rancangan Undang Undang Kesehatan (RUU Kes-Omnibus Law). Tak sampai disitu, mereka juga mendesak RUU Kes-Omnibus Law segera dikeluarkan dari Prolegnas DPR RI.


Menurut Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Bogor, Dr Kornadi, penolakan yang disampaikan olehnya dan juga organisasi yang dia pimpin bukan tanpa alasan. Mereka merasa khawatir UU tersbut membawa dampak buruk kepada dunia kesehatan.

"Terlebih RUU tersebut, tiba-tiba masuk kedalam Prolegnas tanpa ada sosialisasi kepada organisasi profesi kesehatan terlebih dahulu," kata Dr Kornadi kepada wartawan di Sekretariat IDI Kabupaten Bogor, Selasa (22/11).

Dia menilai, jika RUU itu disahkan maka nantinya akan berdampak kepada masyarakat juga. Karena salah satu tugas pokok organisasi profesi kesehatan itu memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Selain itu, pernyataan sikap yang disampaikan organisasi profesi kesehatan di Bogor Raya ada tujuh poin, salah satunya demi mengedepankan kepentingan masyarakat dan keselamatan pasien yang lebih luas.

"Organisasi profesi kesehatan se-Bogor Raya bersepakat dalam pembahasan RUU Kesehatan (Omnibus Law) tidak menghapuskan UU yang mengatur tentang profesi kesehatan yang sudah ada. Kita mendorong itu, tetapi kami mendesak pemerintah maupun DPR lebih aktif melibatkan organisasi profesi kesehatan dan unsur masyarakat lainnya dalam memperbaiki sistem kesehatan untuk masa depan Indonesia yang lebih sehat,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Ketua PPNI Kabupaten Bogor, Jajat Sudrajat menambahkan kebijakan tentang kesehatan seharusnya mengedepankan jaminan kesehatan masyarakat.

"Penguatan UU tenaga profesi kesehatan sangat penting, tetapi harus mendapat dukungan dari semua pihak. Kita juga ingin profesi tenaga kesehatan mampu menjadi garda terdepan dalam menjalankan pelayanan terhadap pasien rumah sakit," tambahnya.