Pantau Covid-19 Di Dua Rumah Sakit, Ridwan Kamil: Ada Lonjakan Pascalibur Lebaran

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil saat meninjau RSUP Dr. Hasan Sadikin/Ist
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil saat meninjau RSUP Dr. Hasan Sadikin/Ist

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil meninjau langsung ketersediaan tempat tidur bagi pasien Covid-19 di RSUP Dr. Hasan Sadikin dan Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak (RSKIA), Kota Bandung, Sabtu (12/6) malam. 


Berdasarkan hasil peninjauan, Ridwan Kamil melaporkan bahwa tingkat keterisian kedua rumah sakit tersebut mengalami peningkatan pasca libur Lebaran, tetapi masih dalam kondisi relatif terkendali. 

"Terjadi lonjakan pascalibur Lebaran yang masa inkubasinya jatuh di minggu-minggu ini. Ini menunjukkan bahwa ketidaktaatan pada imbauan untuk tidak mudik membawa kemudaratan seperti ini. Jadi intinya ada kenaikan, tapi masih relatif terkendali,” ucap Emil, sapaan akrabnya, Minggu (13/6).

"Kalau pada saat itu semua taat tidak akan terjadi lonjakan seperti sekarang. Jadi ini tolong diulas di media pentingnya ketaatan itu. Kenapa? karena data pada hari Lebarannya itu rendah. Salah satu persentase kasus terendah itu justru di hari Lebaran. Sekarang ada kenaikan," tambahnya. 

Emil mengatakan, rata-rata tingkat keterisian rumah sakit rujukan Covid-19 di Jabar mencapai 68 persen. Sedangkan tingkat keterisian rumah sakit di Kota Bandung sebesar 85 persen.

"Bed Occupancy Rate di Kota Bandung sangat tinggi. Karena 50 persen pasien-pasien dari luar Kota Bandung memilih untuk mendapatkan perawatan Covid-19 di Kota Bandung," ungkapnya. 

Selain itu, Emil juga melaporkan tingkat keterisian ruang isolasi non-ICU di RSUP Dr. Hasan Sadikin berada di angka 64 persen. Sementara keterisian ruang isolasi ICU mencapai 80 persen. 

"Jatah bed untuk pasien Covid-19 di RSUP Dr. Hasan Sadikin masih 26 persen. Dan masih bisa ditingkatkan menjadi 40 persen kalau kira-kira ruang isolasi sekarang naik mendekati penuh, maka ada pergeseran sekitar hampir 200 bed akan dikonversi untuk perawatan pasien Covid-19," tandasnya.