Partisipasi Minim, Pemkot Bandung Berikan Pendidikan Politik Bagi Kader PKK

Wali Kota Bandung, Oded M. Danial (ketiga kiri) usai memberikan pendidikan politik bagi kader PKK/Ist
Wali Kota Bandung, Oded M. Danial (ketiga kiri) usai memberikan pendidikan politik bagi kader PKK/Ist

Keberadaan dan partisipasi perempuan dalam politik praktis di Kota Bandung masih minim. Sebab dari alokasi 50 kursi, saat ini baru 8 perempuan yang duduk di kursi dewan.


Hal tersebut disampaikan Wali Kota Bandung, Oded M. Danial, dalam acara Pendidikan Politik bagi Kader Tim Penggerak-‎Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kecamatan dan Kelurahan se-Kota Bandung, di Hotel Fox Harris, Jl. Jawa ‎Kota Bandung, Rabu (5/5).

"Sesungguhnya diamanatkan dalam undang-undang itu kebijakaannya ada kuota 30 persen untuk perempuan di parlemen, baik pusat, provinsi, maupun tingkat dua. Kenyataannya hari ini masih jauh, di Bandung baru 8 orang dari kuota 50, jadi cuma sekitar 16 persen," tuturnya.

Edukasi-edukasi tentang politik harus terus digalakkan agar keberadaan perempuan tidak semakin menyusut dalam kontestasi politik praktis. Apalagi, jumlah perempuan di Indonesia lebih banyak dibandingkan pria.

Sehingga, keberadaan kaum perempuan dalam ranah politik sangat penting untuk dapat mengakomodir kepentingan-kepentingan kaum perempuan.‎

"Acara hari ini, upaya Kesbangpol untuk memberikan pendidikaan politik agar melek politik, apalagi penduduk indonesia kebanyakan perempuan, jadi harus ada upaya memberikaan ruang kepada kaum perempuan untuk berekpsresi di parlemen," ungkapnya.

Meski begitu, Oded tidak menampik bahwa kaum perempuan masih memiliki keterbatasan untuk berpartisipasi dalam dunia politik. Sehingga, lanjut Oded, diperlukan suatu mentalitas dan pemahaman yang kuat untuk dapat bersaing dalam duni politik.

"Perempuan fitrah aslinya adalah sebagai ibu rumah tangga, mengurus anak, mendidik anak, dapur, tapi ketika dituntut menjadi politisi di parlemen, maka mereka harus mempersiapkan diri, mentalitas, karena kerjaannya double, Umi itu anggota DPRD, tapi siap mental, jadi enjoi aja," ujarnya.

"Kedua tentu saja mau jadi politisi harus banyak belajar tentang politik, membekali diri," tandasnya.‎