Pasca Dikuasai Taliban, Afghanistan jadi Perhatian al-Qaeda Hingga ISIS

Ilustrasi kelompok ISIS/Net
Ilustrasi kelompok ISIS/Net

Pengambilalihan Afghanistan yang dilakukan Taliban akhir bulan lalu memicu adanya indikasi para pendukung al-Qaeda dan kelompok ISIS memusatkan perhatiannya di negara tersebut.


Laporan terbaru Badan Intelijen Amerika Serikat (AS) mengungkapkan sepekan terakhir ini telah menyoroti peningkatan pembicaraan di antara sejumlah teroris yang mengungkapkan keinginan untuk pergi ke Afghanistan.

Namun, seorang pejabat tinggi intelijen AS mengatakan sebagian dari mereka bahkan telah memulai perjalanannya ke negara tersebut.

"Kami mulai melihat beberapa indikasi terkait potensi pergerakan al-Qaeda ke Afghanistan," kata Wakil Direktur Badan Intelijen Pusat David Cohen, dikutip AFP, Rabu (15/9).

"Tapi ini masih awal. al-Qaeda dapat membangun kembali kelompoknya hanya dalam waktu satu tahun. Kami tentunya akan mengawasi itu dengan sangat cermat," imbuhnya.

Pejabat intelijen AS menolak menyampaikan secara spesifik mengenai identitas anggota-anggota al-Qaeda yang kembali ke Afghanistan, atau dari mana mereka berasal.

Namun sebuah video yang diposting secara online baru-baru ini menunjukkan Amin al-Haq, yang bersama pendiri al-Qaeda Osama bin Laden pernah mengikuti pertempuran Tora Bora, telah kembali ke provinsi asalnya di Nangarhar.

Badan-badan intelijen lain masih meragukan apakah beberapa pemimpin kunci al-Qaeda di Iran saat ini, seperti Saif al-Adel yang merupakan orang nomor dua dalam kelompok teroris tersebut, akan kembali ke Afghanistan mengingat pengaruh kuatnya di beberapa wilayah lain.