Pasukan Khusus Australia Diduga Kuat Melakukan Kejahatan Perang Di Afghanistan

Ilustrasi/Net
Ilustrasi/Net

Tentara Australia diduga kuat telah melakukan pembunuhan terhadap 39 warga sipil selama bertugas di Afghanistan. Kejahatan perang ini terungkap dalam salah satu laporan oleh Angkatan Bersenjata Australia, ADF.


Dikutip Theguardian, Kamis (19/11), selama empat tahun, Mayor Jenderal  Paul Brereton, telah melakukan penyelidikan terkait dugaan kejahatan perang yang dilakukan oleh pasukan khusus Australia, SAS.

Dalam laporannya Brereton menemukan kasus pembunuhan yang dilakukan oleh para prajurit yunior kepada warga sipil Afghanistan.  Kejahatan itu dituupi dengan menyimpan senjata atau benda lain didekat jazad orang yang dibunuhnya sebagai pembenaran tindak kejahatan mereka.

Brereton menyebut kejahatan perang yang dilakukan pasukan khusus itu sebaga tindakan yang mempermalukan dan pengkhianatan terhadap kesatuan Angkatan Bersenjata Australia.

Masih kata Brereton, pembunuhan-pembunuhan itu ada kaitannya dengan kebiasaan di kesatuan meraka untuk memberikan pengalaman pertama membunuh manusia  pada prajurit barunya.

Panglima ADF, Jenderal Angus Campbell berjanji akan menindaklanjuti temua Brereton tersebut. Mewakili ADF ia juga meminta maaf kepada rakyat Afghanistan atas apa yang telah terjadi selama ini.

“Kepada rakyat Afghanistan, atas nama Angkatan  Bersenjata Australia, dengan segala ketulusan saya memohon maaf atas semua kesalahan yang dilakukan anggota kami,” demikian Campbell.