Pemilihan Ketua DPW Partai Ummat Jabar Jangan Asal Tunjuk, Harus Lewat Fit And Proper Test

Deden Rukman Rumaji/RMOLJabar
Deden Rukman Rumaji/RMOLJabar

Salah satu kandidat Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Ummat Jawa Barat, Deden Rukman Rumaji mendesak proses pemilihan Ketua DPW harus melalu Uji kelayakan dan Kepatutan (fit and proper tes). 


Hal itu untuk memastikan bahwa calon yang terpilih sebagai ketua DWP Partai Ummat merupakan sosok yang memiliki kualitas.

"‎Jadi ada 7 calon ketua DPW, dalam proses rekruitmen saya melihat penentuannya memang belum transparan, jadi saya memohon kepada Pak Amien Rais agar proses pengangkatan Ketua DPW Partai Ummat Jabar di laksanakan melalui proses Fit and Proper test, karena kalau sekadar pengangkatan karena ketokohannya saja dan kriterianya tidak jelas, lahirlah ketua yang tidak diharapkan jaringan simpatisan yang sekarang menjadi animo masyarakat kepada partai ummat," kata Deden saat ditemui di Balai Kota Bandung, Selasa (4/5).

Deden mengungkapkan, animo masyarakat atas hadirnya Partai Ummat cukup tinggi. Hal itu dapat dilihat dari banyak kandidat yang muncul dalam pemilihan Ketua DPW.‎

"Ini animonya luar biasa, sekarang Jabar agak panas begini, sekarang sudah ada 7 orang, dan saya siap bertempur, tolong jangan saya dibunuh di jalan belum apa-apa udah dicoret, ayo kita tempur, kalahkan saya secara sportif, jangan kalahkan secara pendekatan," ungkapnya. ‎

"Belum ada formulanya, jadi saya takut asal tunjuk orang saya ingin, jadi atau tidak jadi merupakan hasil yang tidak sportif, selaku orang yang konsen penuh ke Partai Ummat dari awal, saya mendesak fit and proper tes harus dilakukan," tegasnya. 

Deden menuturkan, Dia telah menyiapkan banyak hal untuk mencalonkan diri sebagai ketua DPW Partai Ummat Jawa Barat. Apalagi, Deden merupakan sosok yang andil sejak awal dalam proses pembentukan Partai. Sehingga, Deden menilai bahwa dirinya memiliki pemahaman dan kesiapan dalam membangun Partai Ummat khususnya di Jawa Barat.‎

‎"Saya menyiapkan segala-segalanya, jaringan, kekuatan partai donatur dan segalanya untuk membangun partai ummat, partai ummat lahir dari masyarakat bukan seperti ada penyokongan dana dari jakarta, tidak ada. Semua dari kita oleh kita," tuturnya.‎

"Jadi kelompok saya ini mungkin yang pertama datang ke Pak Amin Rais di Jakarta 15 agustus 2020, waktu itu partai umat belum digulirkan oleh Pak Amin Rais. Saya katakan, selaku fans pak amin dari jaman reformasi 98 menyatakan siap ikut beliau lagi di partai yang akan didirikan, nah baru 1 oktober beliau deklarasikan partai umat," imbuhnya.

Deden menambahkan, saat ini ada tujuh kandidat termasuk dirinya yang akan bersaing untuk menjadi Ketua DPW Partai Ummat Jawa Barat. Ketujuh kandidat tersebut memiliki latar belakang berbeda satu dengan yang lainnya.‎

‎"Sekarang ada tujuh calon ketua yang muncul, pertama saya, kedua Prof Samsi Uwes, ketiga Prof Benyamin Haris, keempat Prof Yani Safei, tiga profesor, kemudian Dr Daniel mantan direktur RS Muhammdiyah, kemudian Uum Syarif Usman mantan DPRD Jabar, kemudian Rijal Fadilah mantan DPRD Jabar dari PPP dulu," tambahnya.

Deden menegaskan, pemilihan Ketua DPW Partai Ummat Jabar harus melalui fit and proper tes. Jika jalur itu ditempuh, dirinya akan menerima setiap keputusan bila pemilihan Ketua DPW melalui fit proper tes. 

"Kalau hasil fit and proper tes saya tidak layak, saya terima tapi prosesnya dilaksanakan dulu jangan asal angkat orang," tandasnya.‎