Pemkab Bekasi Tambah 300 Tempat Tidur Bagi Pasien Covid-19

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi Alamsyah/RMOLJabar
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi Alamsyah/RMOLJabar

Mulai pekan depan Pemerintah Kabupaten Bekasi menambah 300 tempat tidur bagi pasien Covid-19 yang masuk dalam katagori Orang Tanpa Gejala (OTG).


Demikian dikatakan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi Alamsyah, Sabtu (17/10).

Ia menyebut, ratusan tempat tidur tambahan itu akan ditempatakan di dua hotel berbintang tiga yang berlokasi di wilayah Cikarang meski dirinya tidak menyebut identitas dua hotel yang dimaksud.

"BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) telah menyetujui penggunaan dua hotel itu sebagai tempat isolasi pasien corona tanpa gejala," katanya.

Selama ini Pemkab Bekasi juga telah menggunakan Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) dan Wisma President University Jababeka sebagai tempat isolasi terpusat.

Alamsyah mengaku penggunaan hotel sebagai tempat isolasi alternatif untuk mengantisipasi tingginya tingkat okupansi dua tempat isolasi yang berada di Kecamatan Cikarang Utara itu.

"Di Bapelkes dan Jababeka sempat penuh akibat ledakan klaster industri meski kini mulai surut karena sudah banyak juga yang sembuh dan diperbolehkan pulang. Dari total 105 bed di sana saat ini tingkat keterisiannya mencapai 85 persen. Makanya kita antisipasi dengan memakai fasilitas tempat tidur hotel," ungkapnya.

Selain menambah kapasitas tempat isolasi, hotel disiapkan untuk pasien yang kondisi rumahnya tidak memungkinkan dipakai sebagai tempat isolasi mandiri.

"Untuk mencegah terjadinya kontak erat di keluarga dan lingkungan tempat tinggal," ucapnya.

Dia meminta pasien Covid-19 katagori OTG dan gejala ringan untuk berkoordinasi dengan Puskesmas terdekat agar segera difasilitasi guna menjalani isolasi terpusat.

"Kami mengimbau warga yang positif corona tidak lagi melakukan isolasi mandiri di rumah melainkan di tempat isolasi khusus terpusat yang disediakan pemerintah," kata dia.

Alamsyah mencatat rata-rata ada 37 kasus positif baru selama sepekan yang didominasi oleh kontak erat klaster industri dan selebihnya dari masyarakat umum. Hingga Sabtu (17/10) pukul 11.00 WIB kasus akumulasi positif COVID-19 mencapai 3.663 orang.

Dari jumlah tersebut, 3.453 orang di antaranya telah sembuh, 51 orang dinyatakan meninggal dunia, 60 orang dirawat di rumah sakit, dan 99 orang lainnya menjalani isolasi mandiri.