Pemkot Bandung Kewalahan Hadapi Kerumunan Jelang Idul Fitri

Pemkot Bandung/RMOLJabar
Pemkot Bandung/RMOLJabar

Ketua Pelaksana Harian Satgas Penanggulangan Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna menyatakan bahwa kerumunan yang terjadi di sejumlah pusat perbelanjaan merupakan akibat ketidaksabaran masyarakat. 


"Yang sekarang jadi masalah adalah ketidaksabaran masyarakat, diimbau mereka untuk mengantre atau meninggalkan dulu pusat perbelanjaan, itu mereka tidak lakukan sehingga kerumunan itu tetap terjadi," kata Ema di Balai Kota Bandung, Senin (10/5).

Ema mengungkapkan, peningkatan kunjungan masyarakat ke sejumlah pusat perbelanjaan terjadi secara drastis. Hal itu berdampak, sulitnya petugas dalam melakukan pengontrolan dan penerapan protokol kesehatan.

"Upaya gugus tugas melalui Satpol PP tetap melakukan pengawalan walaupun jujur saja, kita agak kewalahan karena ledakan kunjungan demikian luar biasa," ungkapnya.

Ema mengklaim, para pengelola pusat perbelanjaan telah secara disiplin menerapkan aturan terkait protokol kesehatan. Menurutnya, kerumunan yang terjadi merupakan murni karena rendahnya kedisiplinan masyarakat terhadap prokes.‎

"Berkenaan dengan pusat perbelanjaan, prinsipnya setelah kita rapat koordinasi, pengelola pusat perbelanjaan itu sudah melaksanakan (prokes) dan konsisten dengan perwal 21 dan 37, mereka teknisnya jika ada 50 persen kapasitas, maka mereka menutup aktivitasnya," ujarnya.‎

‎"Masyarakat adrenalinnya cukup tinggi untuk euforia untuk membeli apapun untuk kebutuhan idul fitri, Dan sekarang akhirnya mereka bergerombol di ruas-ruas jalan, seperti yang terjadi di wilayah dalem kaum dan sebagainya," imbuhnya.

Ema manambahkan, membludaknya kunjungan ke sejumlah pusat perbelanjaan memang di luar kendali pemerintah. 

"Kalau untuk memperkirakan berapa pengunjung yang datang kan susah, siapa yang sekarang ini bisa menghitung bahwa di sini akan terjadi jumlah pengunjung sekian, rasanya sulit," tandasnya.

Ema menuturkan, pemerintah menghadapi situasi dilematis dalam menindak kerumunan masyarakat. Pihaknya hanya bisa sebatas melakukan imbauan-imbauan agar masyarakat dapat menerapkan prokes.

"Yang menjadi persoalan itu sekarang kerumunan itu di luar mal, itu yang agak susah, apa kita membubarkan pengunjung di luar mal, saya pikir itu agak sulit, kita terus mengingatkan, woro woro terus," tuturnya.

"(bubar paksa?) ini kan sedang ramadan, kita menghindari hal-hal yang sifatnya emosinal,kita tetap harus humanis," tandasnya.‎