Pemkot Bandung Siap Dukung Intruksi Pemerintah Soal Larangan Mudik Lokal

Wali Kota Bandung Oded M Danial/RMOLJabar
Wali Kota Bandung Oded M Danial/RMOLJabar

Pemerintah pusat telah melarang kegiatan mudik di tingkat aglomerasi (lokal). Hal itu dilakukan untuk menekan lebih jauh potensi penyebaran Covid-19.


Wali Kota Bandung, Oded M. Danial mengatakan bahwa opsi pelarangan mudik lokal merupakan opsi yang relevan. Menurutnya, pemerintah Kota Bandung dipastikan akan mendukung setiap kebijakan pemerintah.

"Yang penting kita sebagai pemerintah daerah apabila sangat-sangat rasional dan bagus baik, untuk mensikapi Covid-19 ini kita akan ikut mereka," kata Oded di Pendopo Kota Bandung, Jalan Dalem Kaum, Kota Bandung, Jumat (7/5).

Oded mengungkapkan, terkait teknis penerapan di Kota Bandung akan diputuskan dalam rapat terbatas (ratas), Senin (10/5) nanti.

"Kita akan ikuti Insya Allah, nanti kita akan respon di dalam ratas," ungkapnya.

Meski begitu, Oded menilai kebijakan pelarangan tingkat lokal tidak akan efektif. Pasalnya, meski didirikan posko penyekatan, tidak ada jaminan masyarakat untuk tidak melakukan mudik lokal.‎

Kalau menurut saya sesungguhnya, dari awal saya termasuk punya mazhab sebaiknya aglomerasi itu ga usah, dari awal juga, Tapi kita kan sudah ngikuti pusat dari awal dulu kan," ujarnya.‎

"Karena apa, tidak ada jaminan masyarakat bisa mengikuti protokol kesehatan itu yang saya khawatirkan," imbuhnya.

Oded berharap, masyarakat kota Bandung dapat memahami kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Menurutnya, setiap kebijakan pemerintah bertujuan untuk menjaga kebaikan bersama.‎

"Saya pikir, salabar (semua sabar) diam di rumah, kan tidak lama, Pokonya kalau ada kerumunan, itu longgar maka berbahaya," tandasnya.‎