Pemkot Bandung Vaksinasi 3.020 Pekerja Pariwisata, Ekonomi Kreatif Dan Seni Budaya

Vaksinasi Pekerja Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Seni Budaya di Kota Bandung/RMOLJabar
Vaksinasi Pekerja Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Seni Budaya di Kota Bandung/RMOLJabar

Sebanyak 3.020 tenaga atau pekerja pariwisata, ekonomi kreatif dan seni budaya mendapatkan vaksinasi tahap pertama pada 4-5 Mei 2021 di The Trans Luxury Hotel, Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung.


Pelaksanaan vaksinasi tersebut merupakan kolaborasi dari Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, serta Asosiasi seperti Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies (ASITA), dan Riung Priangan, serta pihak The Trans Hotel Luxury, Hotel Ibis, dan Trans Studio.

Kepala Disbudpar Kota Bandung, Dewi Kaniasari mengatakan, sebelumnya telah beberapa melakukan rapat persiapan dengan pihak-pihak tersebut, dan bisa terealisasi pelaksanaannya pada 4-5 Mei 2021.

"Jadi rencananya ini ada 3.020 tenaga atau pekerja pariwisata, ekonomi kreatif, dan seni budaya. Mudah-mudahan nanti di tahap kedua tanggal 2 dan 3 Juni itu akan dilanjutkan lagi," katanya usai peninjauan vaksinasi, Selasa (4/5).

"Dan saya baru mendapatkan informasi juga dari Dinas Kesehatan bahwa nanti setelah lebaran ada pasokan 3.000 vaksin lagi untuk sektor pariwisata," ucap Kenny, sapaan akrabnya.

Kenny pun mengatakan, dengan adanya vaksinasi ini dalam rangka pemulihan, baik itu dari segi kesehatan maupun ekonomi, namun meski telah divaksin, protokol kesehatan dan 5M harus tetap konsisten ditegakkan dengan disiplin sebagai kunci.

"Sehingga harapan kami dari sektor pariwisata para pekerja pariwisata tahun depan, 2022 itu sudah mulai normal. Karena sekarang ini dalam rangka pemulihan kita memberikan kontribusi percepatan, supaya Covid-19 ini segera menyingkir dari Kota Bandung, Indonesia dan bahkan dunia," katanya.

Selain itu, Ia pun mengimbau para pengelola tempat wisata agar konsisten dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, serta mematuhi aturan yang berlaku di Kota Bandung.

"Jadi tentang kapasitas, itu maksimal 50 persen tidak bisa lebih, kemudian jam operasional juga. Di bulan Ramadan ini untuk kafe dan restoran sampai jam 11 malam. Kemarin saya mendapat laporan dan sempat monitoring masih ada yang sampai jam 1 malam," katanya.

"Masih ada juga yang belum taat, jadi saya imbau sekali lagi untuk para pengelola usaha pariwisata agar betul-betul taat aturan yang sudah kita keluarkan, yakni Peraturan Wali Kota. Karena ini kuncinya di kita semua, termasuk teman-teman pengusaha dan pelaku ini, jadi semua harus disiplin," ucapnya.